Marak Stiker QR Judol, Pramono Minta Satpol PP Sisir Jakarta

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan penyisiran terkait maraknya stiker kode matriks (QR/quick response code) judi online.

Pramono juga meminta agar ada tindakan tegas yang diambil buntut temuan stiker judi online (judol) tersebut.

Baca Juga :
Pengakuan Mengejutkan Penyebar Stiker QR Judi Online di Jaksel, Dibayar Rp100 Ribu Sekali Tempel
Bareskrim Sikat Duit Judol, Rp58 Miliar Disetor ke Kas Negara, 133 Rekening Disita

“Jadi saya akan minta kepada OPD terkait, Satpol PP untuk melakukan screening untuk itu, kalau memang betul tentunya segera diambil tindakan,” kata Pramono kepada wartawan, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah yang mendukung penuh pemerintah pusat dalam memberantas judi online.

“Karena judol inilah yang membuat banyak warga di mana saja, termasuk di Jakarta ini, yang kemudian terjerat hidupnya,” tutur Pramono.

Sebelumnya, polisi menangkap terduga penyebar stiker kode matriks (QR/quick response code) judi daring (judol) dan jaringan penipuan (scam) berinisial SH alias P (38) di Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Kami melakukan pengembangan dan berhasil menangkap diduga pelaku, inisial SH alias P pada Selasa (17/2) sekira pukul 22.28 WIB itu di rumahnya, daerah Larangan, Kota Tangerang," kata Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam.

Stiker kode matriks (data matrix) adalah kode batang (barcode) dua dimensi (2D) berbentuk persegi atau persegi panjang yang terdiri dari pola sel hitam-putih, dirancang untuk menyimpan data alfanumerik (hingga 2.335 karakter) dalam ruang yang sangat kecil.

Kode ini sangat tahan lama, mampu dibaca meskipun rusak hingga 30 persen dan umum digunakan untuk pelacakan komponen industri, elektronik, otomotif dan kesehatan.

Seala mengatakan kronologinya dimulai pada kejadian pada Selasa (10/2) sekitar pukul 17.30 WIB dan viral media sosial Instagram, setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) disebar.

Saat itu, dua orang pelaku P dan F menyebarkan tempelan stiker QR di warteg maupun motor di seluruh Jakarta yang salah satunya kafe di Petukangan Selatan, Pesanggrahan.

Ternyata, setelah diperiksa, stiker QR itu terhubung ke situs judol yang diduga sekaligus penipuan. Setelah didalami, ternyata situs tersebut terhubung jaringan privat virtual/virtual private network (VPN) dari luar Indonesia.

Baca Juga :
Pramono Minta Satpol PP-Polisi Tindak Tegas Pengendara Lawan Arah
Pramono Sebut Ada Pengelola Padel Nego Jam Operasional Lebih Malam, Langsung Ditolak!
Di Hadapan Anies, Pramono Pamer Akses Transportasi ke JIS Semakin Mudah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yusril Sebut Delpedro Dkk Bisa Peroleh Rehabilitasi dari Prabowo
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Tanah Nganggur Mau Disikat Negara? Badan Bank Tanah Tegaskan SHM Rakyat Aman
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Mentan Pastikan Stok Beras Aman hingga 324 Hari di Tengah Gelojak Geopolitik Global
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Direncanakan ke Teheran, Iran Tegaskan Tolak Negosiasi dengan AS Israel | BERUT
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Tidak Ada Kelangkaan, Stok Elpiji dan BBM di Sleman Aman Jelang Idulfitri 1447 H
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.