JAYAPURA, KOMPAS - Salah satu otak perencanaan kekerasan dari kelompok kriminal bersenjata pimpinan Jeki Murib di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, ditangkap. Pelaku bernama Kalimak Wanimbo ini terlibat dalam penyerangan kepada prajurit TNI di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, 11 Februari 2026.
Kepala Humas Satgas Damai Cartenz Komisaris Besar Yusuf Sutejo menyatakan, Kalimak ditangkap di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Kamis (5/3/2026).
Informasi tentang keberadaan Kalimak berdasarkan pengembangan penangkapan koleganya, Nis Kogoya, di Mimika, 17 Februari 2026.
“Di kelompok Jeki Murib, Kalimak berperan merencanakan kekerasan sekaligus perampasan senjata api,” kata Yusuf, dalam keterangannya Sabtu (7/3/2026).
Di Tembagapura, Yusuf memaparkan, Kalimak mengatur para eksekutor penyerangan agar bisa ikut menumpang kendaraan milik TNI. Menyamar sebagai orang biasa, para pelaku mulai beraksi saat tiba di rest area Mile 50 Tembagapura.
“Sersan Satu Arifin Cepa dan seorang warga sipil bernama Erman Rustaman meninggal dalam kejadian itu. Sementara Sersan Kepala Hendrikus, terluka berat,” ujar Yusuf.
Saat itu, dua pucuk senjata api milik prajurit TNI juga direbut kelompok Jeki. Pengejaran kepada para pelaku lain masih terus dilakukan.
Untuk Kalimak dan Nis, penyidik menjeratnya dengan beberapa pasal. Salah satunya Pasal 458 ayat (3) KUHP tentang Pembunuhan. Kedua pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup.
Kepala Operasi Damai Cartenz Brigadir Jenderal (Pol) Faizal Ramadhani mengatakan, penangkapan ini hasil kerja keras tim. ”Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan kelompok Jeki Murib,” kata dia.
Pengungkapan kasus di Papua Tengah ini semakin menambah daftar anggota KKB yang ditangkap dalam beberapa waktu terakhir.
Di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, selama 11-23 Februari 2026, Satgas Damai Cartenz melaporkan menangkap 29 orang. Sebanyak 10 orang di antaranya anggota KKB.
Wakil Kepala Satgas Damai Cartenz Kombes Adarma Sinaga menyatakan, pemetaan jaringan terus dilakukan berdasarkan berbagai penangkapan terduga KKB. ”Kami terus melakukan pemetaan dan profiling terhadap jaringan yang masih aktif,” katanya. (Kompas.id, 24/2/2026).




