Penulis: Fityan
TVRINews – Zurich
Menjelang 97 Hari Pembukaan, FIFA Ungkap Rekor Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa.
Hitung mundur menuju Piala Dunia 2026 kini menyisakan 97 hari. Menandai momentum tersebut, FIFA merilis tinjauan statistik menarik mengenai sejarah angka 13 dalam turnamen sepak bola terakbar di dunia ini.
Meski sering dianggap sebagai angka pembawa sial dalam berbagai budaya, nomor punggung 13 justru menorehkan tinta emas di panggung dunia.
Secara total, para pemain yang mengenakan jersei nomor 13 telah membukukan 97 gol sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
Dominasi Pencetak Gol Terbanyak
Catatan sejarah menunjukkan bahwa tiga pemain legendaris berhasil menyabet gelar pencetak gol terbanyak (top scorer) saat mengenakan nomor tersebut.
Eusebio mengawalinya dengan sembilan gol untuk Portugal pada edisi Inggris 1966. Jejak ini diikuti oleh bomber legendaris Jerman Barat, Gerd Muller, yang mencetak 10 gol pada Meksiko 1970.
Empat dekade kemudian, Thomas Muller melengkapi trilogi kesuksesan nomor 13 Jerman dengan meraih Sepatu Emas di Afrika Selatan 2010 lewat koleksi lima gol.
Selain produktivitas gol, nomor 13 juga identik dengan gol-gol spektakuler yang sulit dilupakan:
• Nelinho (1978): Tendangan melengkung ikonik ke gawang Italia.
• Josimar (1986): Dua gol jarak jauh yang mengejutkan dunia.
• Michael Ballack (2002): Gol krusial di semifinal yang membawa Jerman ke partai puncak.
• Jermaine Jones (2014): Sepakan jarak jauh dramatis untuk Amerika Serikat.
Pada edisi terakhir di Qatar 2022, penyerang Ekuador, Enner Valencia, mencatatkan namanya dalam buku rekor. Pemain berjuluk "El Superman" tersebut menjadi pemain keempat dalam sejarah yang mampu mencetak enam gol berturut-turut untuk negaranya di Piala Dunia.
Pencapaian Valencia ini menyamai torehan para legenda besar seperti Eusebio (Portugal), Paolo Rossi (Italia), dan Oleg Salenko (Rusia).
Dengan 97 hari tersisa menuju pembukaan di Amerika Utara, statistik ini menjadi pengingat bahwa di lapangan hijau, talenta dan kerja keras mampu mengubah takhayul menjadi prestasi yang abadi.
Editor: Redaksi TVRINews





