THR 2026 Cair Jelang Lebaran, Analis Sarankan Investasi Selektif dan Bertahap

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Tunjangan Hari Raya (THR) mulai mencair menjelang Idulfitri 2026. Sejumlah strategi dapat disiapkan masyarakat maupun investor individual untuk memanfaatkan dana tersebut.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menjelaskan secara historis, dana THR biasanya tidak langsung masuk ke pasar modal karena mayoritas masyarakat masih memprioritaskan kebutuhan konsumsi menjelang Lebaran. Konsumsi tersebut seperti belanja keluarga, perjalanan mudik, atau pengeluaran rumah tangga.

“Investor yang sudah aktif di pasar saham pun umumnya hanya mengalokasikan sebagian kecil dari dana tambahan tersebut untuk investasi, sementara sisanya tetap disimpan untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek,” tutur Liza, Jumat (6/3/2026).

Dalam kondisi pasar saat ini, lanjut Liza, Kiwoom Sekuritas melihat investor juga cenderung lebih berhati-hati.

Dia menjelaskan walaupun banyak saham fundamental yang sebenarnya sudah cukup terdiskon dan mulai mendekati musim dividen, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran yang berpotensi mengganggu jalur energi global seperti Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia, menambah ketidakpastian terhadap arah inflasi dan kebijakan suku bunga global.

Karena itu, kata Liza, strategi yang lebih bijak untuk dana THR saat ini adalah menjaga porsi kas yang cukup besar terlebih dahulu. 

“Investor tetap boleh mulai masuk ke pasar saham, tetapi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan sangat selektif, bukan sekaligus,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan bertahap ini penting untuk mengantisipasi volatilitas jika harga energi global melonjak dan memicu tekanan inflasi.

Selain saham, menurut Liza investor juga bisa mempertimbangkan instrumen yang lebih defensif seperti obligasi pemerintah atau reksa dana pendapatan tetap untuk menjaga stabilitas portofolio.

“Intinya, THR sebaiknya tidak langsung diinvestasikan seluruhnya, tetapi tetap dikelola dengan prinsip money management yang disiplin,” kata Liza.

Money management yang disiplin tersebut menurutnya termasuk memastikan kebutuhan Lebaran aman terlebih dahulu, baru kemudian dialokasikan sebagian untuk investasi secara bertahap.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barang Impor Telat Masuk ke Indonesia, Pengusaha Minta Bantuan Pemerintah
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
ICMI gelar Baksos dan silaturahim, bagikan ratusan paket bantuan
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Persib Bandung Stand Up Lawan Rasisme yang Menimpa Duo Wonderkid Timnas Indonesia
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia Perkuat Standarisasi Halal di Blok D-8
• 53 menit lalutvrinews.com
thumb
Roadmap AI Indonesia Diharapkan Selesai Tahun Ini
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.