Nama Trump Muncul Ribuan Kali di Epstein Files: DOJ Rilis Dokumen FBI yang Sempat “Hilang”

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (US Department of Justice/DOJ) akhirnya merilis sejumlah dokumen tambahan terkait berkas penyelidikan Epstein Files yang selama ini menjadi sorotan publik.

Mengutip dari BBC, dokumen tersebut memuat rangkuman wawancara FBI dengan seorang perempuan yang melontarkan tuduhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan finansier kontroversial Jeffrey Epstein.

Publikasi dokumen ini muncul setelah laporan media Amerika menyebut sejumlah berkas yang seharusnya tersedia dalam database DOJ ternyata tidak muncul. Kondisi tersebut memicu tudingan dari sejumlah politisi Partai Demokrat yang menilai ada potensi penutupan informasi.

Menanggapi hal itu, DOJ menyatakan bahwa dokumen tersebut sebelumnya tidak dirilis karena kesalahan teknis dalam proses peninjauan arsip.

Dokumen Disebut Sempat Salah Kode

Dalam penjelasan resminya, DOJ mengakui bahwa dokumen tersebut sempat tertahan karena kesalahan pengkodean dalam sistem arsip.

Berkas itu dianggap sebagai dokumen duplikat sehingga tidak dimasukkan dalam kumpulan awal Epstein Files yang dirilis sebelumnya.

Setelah kesalahan tersebut ditemukan, pihak DOJ kemudian mempublikasikan tiga memo FBI yang totalnya lebih dari 50 halaman.

Memo tersebut berisi ringkasan wawancara agen FBI dengan seorang perempuan yang tidak disebutkan identitasnya.

Isi Memo FBI: Tuduhan terhadap Trump dan Epstein

Dalam salah satu memo yang dirilis, perempuan tersebut mengaku pernah diperkenalkan kepada Donald Trump oleh Jeffrey Epstein pada era 1980-an ketika dirinya masih remaja.

Ia menuduh kedua pria tersebut melakukan pelecehan seksual ketika dirinya berusia antara 13 hingga 15 tahun.

Namun dokumen tersebut juga mencatat bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki bukti pendukung yang terverifikasi.

Selain itu, agen FBI juga tidak melakukan kontak lanjutan dengan perempuan tersebut setelah rangkaian wawancara pada 2019.

Artinya, klaim yang disampaikan dalam memo tersebut masih berstatus tidak terbukti dan tidak dikonfirmasi lebih lanjut oleh penyelidik.

Gedung Putih: Tuduhan Tidak Berdasar

Pihak Gedung Putih menanggapi rilis dokumen tersebut dengan menegaskan bahwa tuduhan yang muncul dalam berkas itu tidak memiliki dasar bukti yang kuat.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut klaim tersebut sepenuhnya tidak berdasar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebar Fitnah Isu Perselingkuhan Azizah Salsha, YouTuber Bigmo dan Resbob Kini Jadi Tersangka!
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Blak-Blakan! Pakar Kupas Tuntas Kemungkinan Perang Iran Meluas hingga Kelemahan AS dan Israel
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Bahlil: Allah Tegaskan Harta Jangan Hanya Beredar di Orang Kaya Saja
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Elkan Baggott Kena Blacklist usai Miliki Masalah Pribadi? PSSI Angkat Bicara Soal Peluang Sang Pemain Comeback ke Timnas Indonesia
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.