Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 1447 H bagi aparatur sipil negara telah mencapai Rp3,1 triliun per 6 Maret 2026 dan ditargetkan tersalurkan seluruhnya pekan depan.
“Mungkin seminggu ke depan (selesai). Sebagian (THR) sudah keluar kan sekarang,” kata Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, dilansir dari Antara, Sabtu, 7 Maret 2026.
Adapun rincian realisasi penyaluran THR per 6 Maret 2026 pukul 16.30 WIB yaitu sebesar Rp3 triliun untuk ASN pusat. Jumlah ini dibayarkan untuk 631 ribu pegawai dari total 2,2 juta ASN.
Kemudian, untuk ASN daerah, nilai THR yang telah tersalurkan sebesar Rp127,6 miliar untuk 16.848 pegawai, yang dilakukan oleh 3 pemerintah daerah dari 546 pemda.
Sementara pembayaran THR bagi pensiunan telah disalurkan sebesar Rp11,4 triliun untuk 3.568.570 pensiunan. Pembayaran THR pensiunan hampir tersalurkan penuh, dengan realisasi setara 93,5 persen.
“Sudah siap semua, tinggal seberapa cepat mereka mencairkan itu,” ujar Purbaya.
Baca Juga :
Punya Utang? Begini Cara Bijak Pakai THR agar Tidak Tekor(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran THR bagi ASN tahun ini naik 10 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp49 triliun. Pencairan THR dilakukan secara bertahap mulai 26 Februari 2026 hingga paling lambat H-7 sebelum Lebaran.
Airlangga merinci THR ASN 2026 akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN pusat serta TNI/Polri dengan total anggaran Rp22,2 triliun. Kemudian 4,3 juta ASN daerah akan menerima THR dengan total Rp20,2 triliun. Sementara itu, 3,8 juta pensiunan memperoleh alokasi anggaran Rp12,7 triliun.
Menko menyampaikan bahwa komponen THR dibayarkan 100 persen penuh, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta tunjangan kinerja sesuai regulasi yang berlaku. Ia juga menggarisbawahi THR berbeda dengan gaji ke-13. Gaji ke-13 biasanya dibayarkan pada Juni.




