Kekuatan paspor sebuah negara sangat menentukan seberapa bebas warganya bepergian ke luar negeri. Data terbaru dari indeks paspor global menunjukkan masih adanya kesenjangan besar dalam kebebasan mobilitas antarnegara di dunia.
Dilansir Arab Times, dalam sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa beberapa negara hanya memiliki akses ke kurang dari 40 negara tanpa visa atau dengan visa saat kedatangan. Jauh tertinggal dibanding negara dengan paspor terkuat yang bisa mengakses lebih dari 180 negara.
Indeks paspor terkuat biasanya disusun berdasarkan data dari Henley Passport Index, yang menilai kekuatan paspor berdasarkan jumlah negara yang bisa dikunjungi tanpa visa terlebih dahulu.
Faktor seperti hubungan diplomatik, stabilitas politik, hingga keamanan memengaruhi posisi sebuah negara dalam daftar tersebut.
Mengapa Kekuatan Paspor Berbeda?Perbedaan kekuatan paspor dipengaruhi banyak faktor, seperti stabilitas politik, konflik, sanksi internasional, hingga risiko migrasi ilegal. Negara yang menghadapi konflik atau ketidakstabilan biasanya menghadapi pembatasan masuk dari negara lain.
Akibatnya, pemegang paspor dari negara dengan peringkat rendah sering menghadapi proses visa yang lebih rumit, biaya lebih tinggi, serta persyaratan dokumen yang lebih ketat saat bepergian ke luar negeri.
Jika ada paspor terkuat tentu ada paspor terlemah. Lantas, paspor negara mana saja yang paling lemah di dunia? Berikut ulasannya.
1. Eritrea, Korea Utara, Palestina (Bebas Visa 38 Negara)Warga-warga di wilayah ini menghadapi pembatasan mobilitas yang parah. Isolasi Korea Utara yang berkepanjangan dan sanksi internasional secara signifikan membatasi perjalanan keluar negeri.
Lingkungan politik Eritrea dan ketegangan regional terus membatasi jangkauan diplomatiknya. Warga Palestina menghadapi hambatan tambahan yang berasal dari pengakuan internasional yang terbatas dan kontrol perbatasan yang kompleks.
2. Bangladesh (Bebas Visa 37 Negara)Meskipun pertumbuhan ekonomi stabil dan terdapat banyak tenaga kerja di luar negeri, paspor Bangladesh tetap termasuk yang terlemah di dunia. Perjanjian visa timbal balik yang terbatas dan kekhawatiran terkait pelanggaran masa berlaku visa terus memengaruhi akses yang lebih luas.
3. Nepal (Bebas Visa 35 Negara)Meskipun Nepal telah mempertahankan stabilitas politik yang relatif, mobilitas globalnya tetap terbatas karena jejak diplomatik yang sederhana dan jaringan perjanjian bebas visa yang terbatas.
4. Somalia (Bebas Visa 33 Negara)Konflik dan tantangan tata kelola selama beberapa dekade terus membebani reputasi internasional Somalia. Kekhawatiran keamanan dan risiko migrasi memengaruhi bagaimana negara lain menilai izin masuk bagi pemegang paspor Somalia.
5. Pakistan dan Yaman (Bebas Visa 31 Negara)Konflik yang sedang berlangsung di Yaman secara signifikan membatasi peluang perjalanan warganya. Pakistan, meskipun mempertahankan hubungan diplomatik yang luas, terus menghadapi pembatasan visa yang dibentuk oleh persepsi keamanan regional dan pertimbangan terkait migrasi.
6. Irak (Bebas Visa 29 Negara)Terlepas dari upaya rekonstruksi dan reformasi, paspor Irak tetap dibatasi oleh warisan konflik dan evaluasi keamanan berkelanjutan oleh pemerintah asing.
7. Suriah (Bebas Visa 26 Negara)Bertahun-tahun perang saudara, sanksi, dan keruntuhan ekonomi telah mendorong Suriah ke peringkat terbawah dalam peringkat mobilitas global. Para pelancong Suriah sering menghadapi pengawasan ketat dan persyaratan dokumen yang ketat di luar negeri.
8. Afghanistan (Bebas Visa 24 Negara)Afghanistan memiliki peringkat paspor terlemah pada tahun 2026. Ketidakstabilan yang berkepanjangan, struktur pemerintahan yang terus berubah, dan keterlibatan diplomatik yang terbatas telah mengakibatkan akses bebas visa yang minimal di seluruh dunia.





