jpnn.com, KALIDERES - Masyarakat di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, menyampaikan harapan yang besar terkait pembangunan fasilitas krematorium di daerah mereka. Kebutuhan akan fasilitas tersebut dinilai makin mendesak seiring dengan meningkatnya permintaan akan layanan pemakaman yang layak, cepat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sejumlah warga mengungkapkan kondisi yang telah mereka alami selama ini. Mereka harus menempuh jarak cukup jauh keluar dari wilayah Kalideres untuk melakukan proses kremasi.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kesulitan dalam hal logistik, seperti transportasi jenazah dan pengaturan rute perjalanan, tetapi juga secara tidak langsung menambah beban biaya bagi keluarga yang tengah mengalami masa duka.
BACA JUGA: William Aditya Desak Mas Pram Hentikan Proyek Krematorium di Kalideres Jakbar
Beban tersebut meliputi biaya transportasi serta berbagai keperluan tambahan yang muncul akibat perjalanan jauh.
Harapan akan keberadaan krematorium di Kalideres menjadi dambaan utama banyak warga. Selain keuntungan dari jarak yang lebih dekat, mereka menilai bahwa adanya fasilitas tersebut akan membuat seluruh proses kremasi menjadi lebih efisien baik dari sisi waktu maupun tenaga.
Hal ini dianggap sangat penting terutama dalam situasi duka yang membutuhkan penanganan dengan kecepatan dan ketertiban yang sesuai.
BACA JUGA: Minibus Tertabrak Kereta Api di Kalideres Jakbar, Pengemudi Luka
"Kalau ada krematorium di Kalideres, tentu akan sangat membantu masyarakat. Kami tidak perlu jauh-jauh lagi dan prosesnya bisa lebih cepat," ucap Yanto, salah satu warga setempat.
Selain faktor jarak dan efisiensi, keberadaan krematorium juga dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan yang lebih manusiawi.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan proses kremasi yang sesuai dengan kepercayaan dan tradisi masing-masing kelompok masyarakat di wilayah tersebut.
Sebagian besar warga keturunan Tionghoa yang bermukim di Kalideres, khususnya di kawasan Citra 2 dan sekitar Perumahan Daan Mogot Mall, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas ini perlu dipertimbangkan secara matang. Mereka menekankan pentingnya memperhatikan kebutuhan masyarakat luas, bukan hanya kepentingan dari segelintir orang.
BACA JUGA: Kebakaran Menghanguskan 10 Bangunan Semipermanen di Kalideres Jakbar, Ini Dugaan Penyebabnya
"Kami berharap pemerintah bisa mendengar aspirasi masyarakat. Warga Kalideres butuh krematorium, penting bagi kami fasilitas itu. Kami tidak punya kepentingan, murni keinginan. Kami pun tidak mendukung aksi demo tersebut. Padahal nantinya mereka wafat butuh juga krematorium itu, apalagi jaraknya dekat dengan tempat tinggal mereka," ujarnya.
Para pendukung pembangunan juga menegaskan bahwa lokasi yang direncanakan untuk krematorium di wilayah RW 17 Kalideres tidak akan berdampak pada permukiman warga sekitar. Menurut mereka, tidak ada permukiman warga yang berada di sekitar lokasi fasilitas yang diusulkan.
"Jauh kok permukiman warga. Soal warga demo, saya gak mau koment, yang jelas pasti ada sesuatu," tambah salah satu warga yang mendukung rencana pembangunan tersebut.
Dengan terus meningkatnya kebutuhan akan fasilitas pemakaman yang layak, masyarakat Kalideres berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret.
Mereka menginginkan bahwa pembangunan krematorium dapat direalisasikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pemakaman untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ibu & Bayinya Ditemukan Meninggal di Terminal Bus Kalideres Jakbar
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




