Malut United Mengejar Puncak, PSM Berjuang Bangkit

celebesmedia.id
14 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Stadion Kie Raha malam ini, Sabtu (7/3/2026), bukan sekadar panggung sepak bola. Di bawah lampu stadion yang ikonik di Kota Ternate, dua tim dengan garis nasib yang kontras akan bertemu.

Kedua tim itu adalah Malut United dan PSM Makassar yang sama-sama berasal dari Indonesia Timur. Duel ini menjanjikan drama: Malut United sang penantang takhta, dan PSM Makassar sang raksasa yang sedang terluka.

Bagi Malut United, musim 2025/26 adalah sebuah dongeng indah yang ingin mereka tuntaskan dengan manis. Berada di posisi ke-4 klasemen sementara bukan sekadar keberuntungan.

Laskar Kie Raha telah menjelma menjadi mesin gol paling produktif di Super League, dengan duet Ciro Alves dan David da Silva yang seolah memiliki telepati di lini depan.

Kemenangan malam ini bukan hanya soal tambahan tiga angka, melainkan pesan tegas kepada para pesaing di papan atas bahwa mereka siap mengganggu dominasi tim-tim tradisional.

"Kami ingin memberikan hiburan, kami ingin memberikan kebanggaan," ungkap Ricardo Salampessy dengan nada tenang namun penuh keyakinan. Kembalinya pilar-pilar penting dari meja perawatan dan sanksi kartu seolah menjadi semesta yang mendukung ambisi mereka.

Di sudut lain, PSM datang dengan langkah yang terasa lebih berat. Nama besar "Juku Eja" yang biasanya disegani, kini sedang diuji oleh badai hasil buruk. Ya, empat kekalahan beruntun.

Namun, sejarah mencatat bahwa PSM adalah tim dengan mentalitas petarung. Datang ke Ternate di tengah situasi yang kurang ideal, tim asuhan Thomas Trucha ini sedang mengumpulkan sisa-sisa kekuatan untuk satu tujuan: bangkit.

Bagi mereka, laga ini adalah tentang membuktikan bahwa identitas "Pasukan Ramang" tidak akan luntur hanya karena tren negatif.

Setiap tetes keringat pemain PSM di lapangan malam ini akan menjadi upaya untuk memutus rantai kekalahan dan menjauh dari bayang-bayang zona merah.

"Pesan saya ke para pemain: percaya diri, berlatilah seperti kamu bertanding, dan bertandinglah seperti kamu berlatih," tegas Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin.

"Selalu punya kebanggaan ketika kalian memakai jersey PSM," pungkas Amir.

Duel ini adalah pertemuan dua kutub motivasi. Malut United didorong oleh gairah untuk meroket ke puncak, sementara PSM Makassar digerakkan oleh insting bertahan hidup untuk kembali ke jalur kemenangan.

Rekor pertemuan yang masih berimbang menunjukkan bahwa di lapangan hijau, statistik seringkali kalah oleh determinasi.

Apakah Gelora Kie Raha akan menjadi saksi keganasan Laskar Kie Raha dalam mencetak gol, atau justru menjadi tempat bagi Juku Eja untuk menemukan kembali kejayaannya yang sempat hilang?

Satu yang pasti, saat peluit pertama dibunyikan, semua angka di klasemen akan terlupakan. Yang tersisa hanyalah 22 pemain yang bertarung demi warna jersey kebanggaan mereka masing-masing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Melawan Kanker
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Tolak Ultimatum AS, Pezeshkian: Menyerah Tanpa Syarat Hanyalah Mimpi yang Harus Mereka Kubur
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Hadiri Penanaman Jagung, Kapolda Riau Laporkan Capaian Produksi di 2025
• 9 jam laludetik.com
thumb
Beda Surat Makkiyah vs Madaniyah: Aqidah vs Hukum Kehidupan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jenazah Donny Fatah Akan Dimakamkan di TPU Kampung Kandang Jagakarsa Sore Ini
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.