JAKARTA,KOMPAS.TV — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak keras tuntutan Amerika Serikat agar Teheran melakukan penyerahan tanpa syarat di tengah konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.
Dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu (7/3/2026), Pezeshkian menyebut tuntutan Washington sebagai sebuah mimpi yang harus dikubur.
Pernyataan tersebut muncul saat perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memasuki fase yang lebih intens setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan awal konflik pada akhir Februari lalu.
Baca Juga: AS-Israel Serang Iran, RI Harus Keluar dari Board of Peace? Ini Analisis Eks Menlu Hassan Wirajuda
“Permintaan mereka untuk penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus mereka bawa ke liang lahat,” kata Pezeshkian dikutip dari Associated Press.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak ada ruang untuk negosiasi diplomatik dengan Iran.
Melalui pernyataan di media sosial, Trump menegaskan konflik hanya akan berakhir jika Iran melakukan “unconditional surrender” atau menyerah tanpa syarat.
Meski menolak ultimatum tersebut, Pezeshkian secara mengejutkan juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang menjadi sasaran serangan rudal Iran dalam beberapa hari terakhir.
Ia menyebut serangan tersebut terjadi akibat kesalahan komunikasi dalam rantai komando militer setelah tewasnya Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran dalam serangan udara.
Hingga 7 Maret 2026, eskalasi militer di Timur Tengah telah mencapai titik yang sangat kritis. Operasi militer Amerika Serikat yang dikenal sebagai “Operation Epic Fury” bersama serangan Israel kini memasuki fase baru yang jauh lebih agresif.
Pada Sabtu pagi, sekitar 80 jet tempur Israel melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah target militer di Iran.
Baca Juga: Presiden Kolombia Desak Trump Tarik Diri dari Netanyahu: Dia Rudal Anak-Anak
Serangan tersebut menargetkan pusat komando militer dan fasilitas peluncur rudal di Teheran.
Selain ibu kota Iran, kota-kota strategis seperti Qom, Ilam, dan fasilitas pertahanan udara di Shiraz juga dilaporkan menjadi sasaran bom presisi.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- Iran
- Amerika Serikat
- ultimatum AS Iran
- Pezeshkian Iran
- perang Iran AS
- perang Iran Israel





