Amir Saeid Iravani, Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menegaskan bahwa negaranya akan terus menggunakan hak untuk membela diri hingga agresi dari Amerika Serikat (AS) dan Israel dihentikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Iravani di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah setelah serangan militer terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
“Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” kata Iravani, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Iran hanya menargetkan sasaran militer sebagai respons terhadap serangan yang diarahkan ke wilayah negaranya.
“Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga. Saat ini kami sedang menyelidiki tuduhan terkait serangan terhadap lokasi nonmiliter,” ujarnya.
Menurut Iravani, beberapa insiden yang dilaporkan terkait kerusakan di lokasi nonmiliter kemungkinan terjadi akibat gangguan sistem pertahanan yang menyebabkan proyektil meleset dari target militer.
“Penilaian awal kami menunjukkan bahwa beberapa insiden tersebut mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan oleh sistem pertahanan Amerika Serikat yang dapat menyebabkan serangan menyimpang dari target militer yang dimaksud,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang ataupun eskalasi konflik, tetapi tidak akan menyerahkan kedaulatan negaranya.
“Peradaban kami yang kuno dan membanggakan menunjukkan bahwa Iran selalu menjadi bangsa yang mencintai perdamaian serta berkomitmen pada hidup berdampingan, martabat, dan saling menghormati antarbangsa. Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela rakyat kami, wilayah kami, dan kemerdekaan kami,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Iravani menegaskan bahwa urusan kepemimpinan Iran sepenuhnya merupakan hak rakyat Iran, tanpa campur tangan pihak asing.
“Iran adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Iran tidak menerima dan tidak akan pernah mengizinkan kekuatan asing mencampuri urusan dalam negerinya. Konstitusi kami jelas. Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai dengan prosedur konstitusional kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing,” ujarnya.
Iravani juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk mengecam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
“Kami menyerukan kepada seluruh negara anggota untuk mengecam agresi ini, kejahatan perang ini, dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan perang kriminal terhadap rakyat Iran, sebuah perang yang menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional,” katanya.
Ia juga meminta Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan konflik tersebut.
“Dewan Keamanan harus bertindak sekarang, dengan tegas, jelas, dan tanpa penundaan. Kegagalan untuk bertindak akan menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Hari ini Iran, besok bisa negara anggota lainnya,” ujar Iravani.
Diketahui, pada Sabtu (28/2/2026) pekan lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil, termasuk Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. (ant/ily/bil/iss)




