Pemerintah Subsidi Rp30.000 Per Tabung LPG 3 Kg

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Menteri Keuangan ungkap harga keekonomian gas melon mencapai Rp42.750 di tengah beban APBN.

Pemerintah Indonesia terus mengalokasikan anggaran besar guna menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi energi. 

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan rincian transparan mengenai selisih jauh antara harga pasar dengan harga eceran yang dinikmati konsumen untuk komoditas Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram.

Dalam penjelasannya, Purbaya mengungkapkan bahwa nilai asli atau harga keekonomian dari satu tabung LPG 3 kg sejatinya menyentuh angka Rp42.750. 

Namun, melalui intervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), masyarakat hanya perlu membayar jauh di bawah angka tersebut.

"Selama ini pemerintah menanggung selisih harga keekonomian dan harga yang dibayarkan masyarakat melalui pemberian subsidi energi maupun non-energi," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, sebagaimana dikutip pada Sabtu 7 Maret 2026.

Analisis Beban Subsidi

Data kementerian menunjukkan bahwa pemerintah menyalurkan gas tersebut ke pangkalan resmi Pertamina dengan harga Rp12.750 per tabung. 

Angka ini merepresentasikan dukungan fiskal sebesar Rp30.000 untuk setiap tabung yang dikonsumsi masyarakat. 

Kebijakan serupa juga diterapkan pada sektor bahan bakar minyak, khususnya untuk jenis Pertalite dan Solar, sebagai upaya mitigasi inflasi,untuk memastikan stabilitas ekonomi rumah tangga, meskipun tekanan terhadap postur fiskal negara terus meningkat seiring fluktuasi harga energi global.

Realitas Harga di Tingkat Konsumen

Meski subsidi yang diberikan sangat masif, pantauan lapangan menunjukkan adanya variasi harga di tingkat distribusi akhir. Di wilayah Tangerang Selatan, misalnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) pada pangkalan resmi tercatat sebesar Rp19.000 per tabung.

"Harga jual LPG 3 kg di sini masih berlaku sebesar Rp19.000," ungkap salah satu pengelola pangkalan di kawasan tersebut.

Namun, di level pengecer atau sub-pangkalan yang menjangkau langsung ke pemukiman, harga tersebut mengalami penyesuaian. 

Di beberapa toko kelontong, konsumen mendapatkan harga di kisaran Rp22.000 per tabung, yang biasanya sudah mencakup biaya operasional pengiriman hingga ke depan pintu rumah pelanggan.

Pemerintah diprediksi akan terus memantau efektivitas distribusi ini agar subsidi tepat sasaran tetap terjaga, mengingat besarnya komitmen APBN yang dialokasikan untuk menopang ketahanan energi nasional.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Dipicu Truk Kelebihan Muatan hingga Rem Blong
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Megalit Ditemukan di Dongi-Dongi Sulteng, Arkeolog Diperkirakan Berusia 1.000 Tahun
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
100 Jam Pertama, Perang AS Melawan Iran Habiskan Rp62,6 Triliun, Ini Penyebabnya
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Nenek 70 Tahun di Gowa Hilang di Sungai Bilareng, Diduga Terseret Arus
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Persijap Tak Tampil Maksimal, Mario Lemos Tetap Syukuri Hasil Imbang Kontra Persis di Derbi Jateng
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.