Korban Tewas akibat Angin Kencang di Surabaya Bertambah Jadi Dua Orang dalam Sepekan

kompas.id
14 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO, KOMPAS - Sederet bencana terjadi akibat angin kencang yang melanda wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, pada pekan ini. Korban meninggal bertambah dari sebelumnya satu orang menjadi dua orang dalam sepekan. Masyarakat diminta tidak mengendurkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem diprediksi berlangsung hingga 10 Maret 2026.

Korban terkini adalah Laeli Wijayanti (47), warga Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Dia meninggal akibat tertimpa reruntuhan tembok bangunan kosong di Perumahan Kebraon Indah Permai, Karang Pilang, Surabaya.

Peristiwa naas itu terjadi pada Jumat (6/3/2026) sore saat korban yang mengendarai sepeda motor tengah melintas di jalan dekat bangunan kosong itu. Tiba-tiba, tembok bangunan setinggi 15 meter runtuh menimpanya.

Kepala Unit Reskrim Polsek Karangpilang Ajun Komisaris Kusmianto mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak terselamatkan karena mengalami luka parah.  

“Penyidik sudah memeriksa lokasi kejadian dan beberapa saksi. Kondisi tembok bangunan yang sudah lama tidak terpakai itu sudah rapuh sehingga rubuh karena terpaan angin yang kencang dan hujan lebat,” ujar Kusmianto, Sabtu (7/3/2026).

Terkait kasus tersebut, Kusmianto mengatakan, penyidik akan memanggil pemilik bangunan untuk diperiksa. Polisi menduga adanya kelalaian dalam perawatan bangunan kosong tersebut.

Kasus ini menambah jumlah korban bencana angin kencang di Surabaya pada pekan ini. Sebelumnya, Senin (2/3/2026), angin kencang menyebabkan dua pekerja yang tengah membersihkan kaca gedung apartemen mengalami kecelakaan kerja.

Satu korban bernama Eddy Suparno S (51) meninggal dunia, sedangkan korban lainnya, Ribut Boediyanto (56), mengalami luka-luka.

Baca JugaCuaca Ekstrem di Surabaya, Pekerja Gondola Apartemen Tewas

Selain menyebabkan korban meninggal, hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Surabaya dan Sidoarjo pada Jumat juga mengakibatkan puluhan pohon tumbang, beberapa bangunan rusak, papan reklame jatuh, dan beberapa tiang listrik rubuh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya Irvan Widianto mengatakan, terdapat setidaknya 23 pohong tumbang di kota itu. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di wilayah Wonocolo, Gubeng, Sukolilo, Wiyung, Jambangan, Gayungan, Wonokromo, Mulyorejo, Bubutan, Gununganyar, Karangpilang, dan Rungkut.

Selain itu terdapat 8 bangunan rusak, antara lain di kawasan Tenggilis Mejoyo dan Pagesangan. Di kawasan Gayungan, terdapat 5 rumah rusak dan 1 tempat ibadah rusak.

Di Sidoarjo, angin kencang merubuhkan sebuah papan reklame besar dan tiga tiang listrik di Jalan Raya Taman yang merupakan jalan nasional penghubung Sidoarjo-Mojokerto. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi akses jalan sempat terputus total satu lajur untuk arah Sidoarjo atau Surabaya sehingga memicu kemacetan total.

Manager PLN UP3 Surabaya Barat Chyntia Dewi Ariyani mengatakan, hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Taman, Sidoarjo, mengakibatkan reklame roboh hingga mengenai jaringan dan tiang listrik. PLN pun menerjunkan personal melakukan pemulihan.

Baca JugaHujan Badai yang Terus Mengancam Surabaya

Total ada 63 personel yang diterjunkan ke lokasi. Mereka bertugas mengamankan tiang dan jaringan listrik yang terdampak. Rubuhnya tiang listrik itu mengakibatkan aliran listrik ke beberapa pelanggan menjadi padam sehingga PLN melakukan manuver ke penyulang lain.

“Upaya penormalan meliputi lokalisir gardu terdampak, proses rekonstruksi gardu untuk penormalan, hingga perbaikan tiang patah yang terdampak,” ujar Chyntia.

PLN pun berharap dukungan penuh masyarakat dan seluruh stakeholder dalam upaya penormalan tersebut. Selain itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile.

Masa peralihan

Angin kencang yang melanda Surabaya dan Sidoarjo selama sepekan belakangan ini tak lepas dari pengaruh kondisi cuaca. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan mengatakan, sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Dalam 10 hari pertama Maret 2026, diperkirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampakgangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency dan Gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jatim.

“Selain itu, suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Taufiq.

Kondisi tembok bangunan yang sudah lama tidak terpakai itu sudah rapuh sehingga rubuh karena terpaan angin yang kencang dan hujan lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar mewaspadai perubahan cuaca mendadak serta potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang hingga 10 Maret 2026.

Warga di wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es) pada periode 1–10 Maret 2026,” kata Taufiq.

Baca JugaBMKG Juanda Kembali Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Jatim

Adapun wilayah yang terdampak cuaca ekstrem di Jatim meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk.  

Selain itu, Madiun, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kediri, Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Surabaya, dan Kota Batu.

Taufiq mengimbau masyarakat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet- juanda.bmkg.go.id/radar/ dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan yang selalu dibagikan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id.

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Penyaluran Energi Gas, PGN Perlua Jaringan Pipa Gas pada 2025
• 11 menit lalutvonenews.com
thumb
MAIIN Gandaria Gelar Ramadan Cup untuk Pererat Silaturahmi dan Sportivitas
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cek Rekening Sekarang! Pemerintah Cairkan THR PNS dan PPPK 2026 100 Persen: Perkuat Daya Beli dan Ekonomi Mudik
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 8 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump Mengklaim Iran Meminta Maaf kepada Negara Tetangga setelah Dihantam Serangan AS dan Israel
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.