Sebanyak 16 grup peserta Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 akan memeriahkan malam takbiran jelang Lebaran di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Para peserta akan menampilkan kebolehannya dalam seni tabuh bedug.
“Semua peserta yang hadir pada hari ini akan tampil ketika malam takbiran di Bundaran HI, DKI Jakarta, untuk memeriahkan malam takbiran,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary dalam acara pembukaan Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (7/3).
Festival Bedug tingkat provinsi diikuti oleh 16 grup yang merupakan juara pertama, kedua, dan ketiga dari festival tingkat kota/kabupaten. Sebelumnya, seleksi wilayah digelar serentak pada 24 Februari 2026. Peserta berasal dari berbagai wilayah, yakni Jakarta Timur sebanyak 23 grup, Jakarta Barat 15 grup, Jakarta Utara 30 grup, Jakarta Pusat 15 grup, Jakarta Selatan 10 grup, serta 1 grup dari Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Menurut Miftahulloh, festival ini digelar untuk melestarikan tradisi bedug sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi generasi muda.
“Kegiatan ini untuk melestarikan serta mengembangkan seni tradisi bedug sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat, memberikan ruang ekspresi, kreativitas, dan apresiasi bagi generasi muda dalam mengembangkan seni budaya tradisional,” ujar dia dalam sambutannya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan hadiah pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh Rp 25 juta, juara kedua Rp 20 juta, juara ketiga Rp 15 juta, harapan satu Rp 12,5 juta, dan harapan dua Rp 10 juta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penyelenggaraan festival ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk merawat tradisi budaya yang hidup di masyarakat.
“Apa yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI Jakarta betul-betul ingin merawat tradisi yang ada di Jakarta ini,” kata dia.
Ia juga mengingatkan agar tradisi bedug tidak hanya dilakukan saat perlombaan, tetapi terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
“Saya berharap bahwa tradisi bedug ini jangan sampai hilang di Jakarta,” ujarnya.
Pramono pun secara resmi membuka Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 dan mengajak masyarakat terus menjaga tradisi budaya yang mempererat kebersamaan warga ibu kota.





