Jakarta (ANTARA) - Manajemen Jakarta Pertamina Enduro menegaskan informasi pemecatan kapten tim Tisya Amallya Putri yang beredar luas di media sosial adalah kabar bohong atau hoaks.
Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro Werry Prayogi memastikan Tisya masih memegang peran krusial dalam skuad.
“Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim,” ujar Werry dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu.
Sejumlah video yang tersebar di berbagai platform media sosial memuat narasi menyesatkan yang menyatakan Jakarta Pertamina telah memberhentikan Tisya secara sepihak.
Konten-konten itu muncul secara masif tepat saat tim sedang memasuki fase krusial menuju perebutan gelar juara di babak empat besar.
Jakarta Pertamina menjelaskan video-video itu terindikasi menggunakan teknologi deepfake untuk memanipulasi wajah dan suara manajemen, pelatih, hingga para pemain.
Baca juga: Megawati fokus evaluasi jelang Final Four Proliga 2026
Manipulasi ini bertujuan menciptakan kesan seolah pihak internal tim memberikan pernyataan resmi terkait penghentian kontrak sang kapten.
Selain penggunaan teknologi AI, ditemukan pula konten yang menyunting potongan pernyataan manajemen dari konteks yang berbeda.
Video itu kemudian digabungkan dengan narasi suara buatan dan visual pembaca berita untuk membangun kredibilitas palsu agar terlihat seperti pemberitaan media arus utama.
Werry menyayangkan tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan konten manipulatif tersebut.
Menurutnya, tindakan memotong pernyataan di luar konteks asli dapat merugikan keharmonisan tim yang sedang fokus berlaga.
“Kami menyayangkan adanya konten yang memotong pernyataan manajemen di luar konteks dan menyebarkannya sebagai informasi yang menyesatkan,” kata Werry.
Baca juga: Jakarta Electric PLN rebut tiket terakhir final four Proliga 2026
Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro Werry Prayogi memastikan Tisya masih memegang peran krusial dalam skuad.
“Tisya tetap menjadi bagian dari Jakarta Pertamina Enduro dan menjalankan perannya sebagai kapten tim,” ujar Werry dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu.
Sejumlah video yang tersebar di berbagai platform media sosial memuat narasi menyesatkan yang menyatakan Jakarta Pertamina telah memberhentikan Tisya secara sepihak.
Konten-konten itu muncul secara masif tepat saat tim sedang memasuki fase krusial menuju perebutan gelar juara di babak empat besar.
Jakarta Pertamina menjelaskan video-video itu terindikasi menggunakan teknologi deepfake untuk memanipulasi wajah dan suara manajemen, pelatih, hingga para pemain.
Baca juga: Megawati fokus evaluasi jelang Final Four Proliga 2026
Manipulasi ini bertujuan menciptakan kesan seolah pihak internal tim memberikan pernyataan resmi terkait penghentian kontrak sang kapten.
Selain penggunaan teknologi AI, ditemukan pula konten yang menyunting potongan pernyataan manajemen dari konteks yang berbeda.
Video itu kemudian digabungkan dengan narasi suara buatan dan visual pembaca berita untuk membangun kredibilitas palsu agar terlihat seperti pemberitaan media arus utama.
Werry menyayangkan tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan konten manipulatif tersebut.
Menurutnya, tindakan memotong pernyataan di luar konteks asli dapat merugikan keharmonisan tim yang sedang fokus berlaga.
“Kami menyayangkan adanya konten yang memotong pernyataan manajemen di luar konteks dan menyebarkannya sebagai informasi yang menyesatkan,” kata Werry.
Baca juga: Jakarta Electric PLN rebut tiket terakhir final four Proliga 2026




