JAKARTA, KOMPASTV – Pemerhati Politik Luar Negeri Pitan Daslani menilai dunia saat ini berada dalam situasi yang semakin tidak pasti di tengah meningkatnya konflik global, khususnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Hal ini merespons kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai potensi eskalasi konflik yang dapat memicu perang lebih besar, bahkan perang nuklir.
Pengamat menjelaskan bahwa konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia sangat berbahaya karena berpotensi menyeret negara lain masuk ke dalam konfrontasi yang lebih luas.
Salah satu faktor sensitif adalah keberadaan fasilitas nuklir Iran di Bushehr yang dibangun Rusia dan melibatkan ratusan ahli nuklir Rusia.
Jika fasilitas tersebut diserang dan menimbulkan korban warga Rusia, maka Moskow berpotensi ikut terlibat langsung.
Situasi ini juga memperlihatkan besarnya peran para pemimpin negara besar seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menentukan arah konflik global.
Terkait posisi Indonesia, ia menilai konsep politik luar negeri bebas aktif yang diwariskan oleh Mohammad Hatta sejak 1948 masih relevan sebagai dasar, tetapi perlu diperkuat dengan pendekatan yang lebih asertif dan proaktif.
Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya bersikap reaktif terhadap perkembangan global, tetapi harus mampu membaca peluang ekonomi dan potensi konflik lebih awal, serta berperan aktif meredam ketegangan sebelum konflik membesar.
Dengan dinamika geopolitik yang semakin kompleks dan dunia yang semakin multipolar, Indonesia dinilai perlu memperkuat posisi strategisnya agar tetap mampu bertahan di tengah perubahan tatanan global.
Produser: Yuilyana
Host: Jocelyn
Editor: Novaltri
Grafis: Farhan
Koordinator Produser: Theo Reza
Lead Konten: Sadryna Evanalia
Baca Juga: Yusril Respons Putusan Bebas Delpedro Dkk: Pemerintah Hormati
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- pitan daslani
- iran israel
- amerika serikat
- putin
- prabowo
- trump




