Tembok Rumah Pecah-Hancur Rata Tanah Dihantam Musibah Pergerakan Tanah

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
1/6

Sebanyak 114 unit rumah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi akibat fenomena gerakan tanah yang dipicu oleh peningkatan intensitas hujan sejak Rabu (4/3). Berdasarkan data mutakhir per Jumat (6/3), kerusakan tersebut mencakup 70 unit rumah rusak berat (RB), 26 unit rusak sedang (RS), dan 18 unit rusak ringan (RR), sementara 9 unit rumah lainnya berada dalam posisi terancam. (Dok. BNPB)

2/6

Bencana yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling ini berdampak pada 134 KK atau sekitar 475 jiwa. Situasi keamanan dan kondisi bangunan yang tidak stabil memaksa 120 KK yang terdiri dari 407 jiwa untuk meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain sektor pemukiman, kerusakan juga tercatat pada satu unit fasilitas pendidikan dan akses jalan di wilayah terdampak. (Dok. BNPB)

3/6

Merespons kondisi tersebut, Bupati Sukabumi telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak melalui SK Nomor 300.2.1/Kep 246-BPBD/2026 yang berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai tanggal 4 hingga 10 Maret 2026. Penetapan status ini bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat dan mempermudah akses koordinasi antarinstansi di lapangan. (Dok. BNPB)

4/6

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat dan instansi terkait terus melakukan kaji cepat (assessment) serta pendataan mendalam di lokasi kejadian. Posko Tanggap Darurat Bencana telah didirikan untuk mengoordinasikan bantuan dan layanan bagi para penyintas. (Dok. BNPB)

5/6

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari unsur perangkat daerah, relawan, dan masyarakat tengah berupaya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, terutama bahan logistik dapur umum, air bersih, perlengkapan bayi dan lansia, serta peralatan tidur. (Dok. BNPB)

6/6

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau masyarakat di wilayah rawan gerakan tanah untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi panjang, dan segera mengikuti instruksi evakuasi dari petugas setempat guna menghindari jatuhnya korban jiwa. (Dok. BNPB)

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Optimistis AI dan Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga 8 Persen
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Paijo Parikesit: Awas Ada Gerakan Menjatuhkan Presiden Pakai Isu BOP dan ART
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Sahroni Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Whistleblower Dugaan Korupsi Pelabuhan: Ini Skandal Besar yang Harus Dibongkar!
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Gelar GoZero% Festival 2026, Telkom Pacu Inovasi Pengelolaan Sampah dan Energi Berkelanjutan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Bea Cukai Sisir Toko Kelontong dan Ekspedisi, Sita Ribuan Rokok Ilegal
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.