Jejak Percepatan Kehancuran Diri : Membongkar Daftar Berbagai Krisis yang Diciptakan oleh Xi Jinping

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Dunia saat ini sedang terjerumus ke dalam kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya: perang Rusia–Ukraina berlangsung berkepanjangan, konflik perbatasan Thailand–Kamboja terus meningkat, peperangan berkobar di Timur Tengah, rantai pasokan global terputus, inflasi melonjak tinggi, gelombang pengungsi membludak, lembaga-lembaga multilateral lumpuh, dan persaingan hegemoni antara Amerika Serikat dan Tiongkok memanas secara menyeluruh.

Menurut artikel dengan penulis Xin Gaodi di globalleadernews.com , jika ditelusuri lebih jauh, salah satu tokoh utama yang dianggap memicu “kekacauan global” tersebut adalah Xi Jinping, Presiden PKT. Ia disebut menggunakan proyek Belt and Road Initiative (BRI) sebagai kedok untuk membangun jaringan aliansi anti-Amerika di lebih dari 150 negara, secara terbuka mendorong de-dolarisasi, serta mengekspor sistem pengawasan, senjata, model korupsi, jaringan intelijen, dan pengaruh budaya ke negara-negara mitra.

Tulisan itu juga menuduh bahwa di balik konflik seperti perang Rusia-Ukraina dan konflik perbatasan Thailand–Kamboja, terdapat strategi yang dirancang secara hati-hati. Melalui pembelian pengaruh dan infiltrasi, Beijing disebut berusaha menguasai wacana di organisasi internasional seperti United Nations.

Akibatnya, menurut artikel tersebut, pada Januari 2026 pemerintah Amerika Serikat mengumumkan keluar dari 66 organisasi internasional, termasuk 31 badan PBB dan 35 organisasi non-PBB, karena menilai lembaga-lembaga tersebut telah dipengaruhi oleh Tiongkok. Namun langkah ini juga membuat AS menghadapi dilema strategis: keluar dari lembaga yang dianggap telah “terpengaruh”, tetapi juga tidak ingin memberi ruang bagi Tiongkok untuk semakin dominan.

“Belt and Road”: Jaringan Geopolitik Global

Secara resmi, Belt and Road Initiative dipromosikan sebagai proyek kerja sama “saling menguntungkan”. Namun artikel tersebut menilai proyek itu sebenarnya merupakan jaringan geopolitik yang melibatkan lebih dari 150 negara.

Pada 2025, sekitar 146–150 negara telah menandatangani nota kerja sama BRI, meliputi Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania—mencakup sekitar 75% populasi dunia dan lebih dari setengah PDB global.

Beberapa contoh pengaruh yang disebut dalam artikel:

Timur Tengah
Melalui pinjaman besar, Tiongkok mempererat hubungan dengan Iran, serta membangun proyek infrastruktur di Syria dan Iraq untuk memperoleh pijakan strategis.

Amerika Selatan
Dengan skema pinjaman berbasis minyak, Tiongkok memperdalam hubungan dengan Venezuela dan menjalin hubungan dengan Argentina serta Bolivia.

Asia Timur
Tiongkok mempertahankan pengaruh kuat terhadap North Korea, serta memperluas pengaruh ekonomi di Mongolia.

Asia Pasifik
Tiongkok memperluas pengaruh di negara pulau Pasifik seperti Solomon Islands, serta membangun kerja sama militer dan ekonomi di Kamboja, Laos, dan Philippines.

Eropa
Melalui diplomasi utang, Tiongkok meningkatkan pengaruh di Hungary, Serbia, dan Greece, termasuk investasi di Pelabuhan Piraeus.

Afrika
Tiongkok mendirikan pangkalan militer di Djibouti, sementara negara seperti Zambia, Kenya, dan Angola disebut menghadapi tekanan hutang.

Asia Tenggara
Tiongkok memperkuat kerja sama militer dan ekonomi dengan Kamboja, yang disebut sebagai sekutu strategis.

Pengaruh di Organisasi Internasional

Artikel tersebut menyebut Beijing menggunakan kombinasi “uang + infiltrasi” untuk memperluas pengaruhnya di organisasi internasional. Metodenya disebut mencakup pendanaan proyek BRI, pemberian keuntungan kepada pejabat tertentu, serta penggunaan organisasi non-pemerintah yang dikendalikan negara (GONGO).

Akibatnya, berbagai lembaga internasional dalam bidang hak asasi manusia, iklim, dan pembangunan berkelanjutan disebut semakin dipengaruhi oleh Tiongkok.

Ekspor Model “Sistem Tiongkok”

Tulisan tersebut juga menuduh Tiongkok mengekspor berbagai model kebijakan ke negara lain, antara lain:

  1. Sistem pengawasan digital seperti jaringan kamera dan pengenalan wajah yang diproduksi oleh perusahaan seperti Hikvision dan Dahua Technology, yang disebut telah diekspor ke puluhan negara.
  2. Penjualan senjata ke negara seperti Myanmar, Pakistan, Iran, dan Kamboja.
  3. Pengaruh elit politik lokal melalui kerja sama ekonomi dan investasi.
  4. Pendirian lebih dari 100 “kantor polisi luar negeri” di sekitar 53 negara.
  5. Promosi lembaga budaya seperti Confucius Institute di berbagai negara.
  6. Diplomasi utang, yang disebut mengikat negara-negara berkembang melalui pinjaman besar.
Upaya De-Dolarisasi

Xi Jinping juga disebut mendorong penggunaan sistem pembayaran lintas batas Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) dan memperluas penggunaan mata uang renminbi dalam perdagangan internasional.

Menurut beberapa data yang disebutkan dalam artikel:

Artikel tersebut menyebut langkah ini sebagai tantangan terhadap dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global.

Kesimpulan Artikel

Artikel tersebut menyimpulkan bahwa berbagai kebijakan Xi Jinping—mulai dari konflik geopolitik, pengaruh di organisasi internasional, diplomasi utang, hingga tantangan terhadap sistem keuangan global—telah memperburuk ketegangan dunia.

Penulis menyatakan bahwa dunia perlu memahami apa yang mereka sebut sebagai “sifat ekspansionis” dari kebijakan tersebut, dan bahwa tanpa respons internasional yang terkoordinasi, ketegangan global dapat terus meningkat.

Judul asli terbit di globalleadernews.com  :  “Xi Jinping adalah salah satu akar dari kekacauan dunia saat ini”

Disunting oleh Yue Yuan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Buka Lelang Aset Sitaan Korupsi, Ada iPhone Hingga Mobil Mewah
• 7 jam laludisway.id
thumb
THR ASN Sudah Cair Rp3,1 Triliun, Purbaya Targetkan Minggu Depan Selesai
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Vidi Aldiano Tutup Usia, Yura Yunita Langsung Pulang dari Tanah Suci
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Tarif Tol Trans Sumatera 2026 Sebelum Diskon, Cek Daftar Lengkapnya untuk Mudik
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kisah Kesaktian Sunan Kalijaga Menundukkan Kera-Kera Raksasa Hutan Gunungpati
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.