Target Pertumbuhan Produk Domestik Bruto dan Kenaikan Anggaran Militer Sama-sama Turun — Apa Perhitungan Partai Komunis Tiongkok ?

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada 5 Maret 2026, dalam sidang Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengumumkan bahwa target pertumbuhan GDP tahun 2026 dan kenaikan anggaran militer keduanya lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Para ahli menilai, penurunan target pertumbuhan GDP mencerminkan runtuhnya ekonomi makro Tiongkok secara keseluruhan, sementara kenaikan anggaran militer yang tetap meningkat meski persentasenya turun menunjukkan sifat militeristik PKT.

Ketika menyampaikan laporan kerja pemerintah di sidang parlemen, Li Qiang, Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok, mengatakan bahwa pertumbuhan GDP Tiongkok pada 2025 mencapai target 5%, dengan total ekonomi melebihi 140 triliun yuan. Untuk tahun ini, target pertumbuhan ekonomi diperkirakan antara 4,5% hingga 5%, angka yang menjadi yang terendah sejak 1991.

Para analis menilai bahwa penurunan target GDP tahun ini mencerminkan tekanan besar dari dalam dan luar negeri, termasuk lingkungan perdagangan global yang semakin sulit. Mereka menilai target 4,5% tersebut hanyalah janji kosong.

Komentator politik Chen Pokong mengatakan: “Ekonomi Tiongkok terus memburuk. Sekarang ekspor minyak dari Venezuela dan Iran juga berada di bawah pengaruh Amerika Serikat. Prospek ekonomi Tiongkok menjadi semakin tidak jelas dan sangat bergantung pada Amerika Serikat. Ditambah perang dagang dan tarif, target 4,5% itu hanya janji kosong dan tidak dapat dipercaya.”

Analisis juga menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok menghadapi tekanan yang semakin kompleks, termasuk:

Semua faktor tersebut membuat prospek ekonomi ke depan semakin tidak pasti.

Chen Pokong menambahkan: “Ekonomi Tiongkok sebenarnya tidak tumbuh, bahkan kemungkinan mengalami pertumbuhan negatif. Istilah ‘perlambatan ekonomi’ hanyalah cara halus untuk menyebut resesi dan penurunan besar. Sekarang jelas bahwa perusahaan asing menarik diri, banyak perusahaan swasta tidak bisa bertahan, banyak perusahaan bangkrut, pengangguran meningkat, dan banyak anak muda menganggur begitu lulus.”

Dari sisi fiskal daerah, pemerintah provinsi juga tidak optimistis terhadap kondisi ekonomi ke depan. Menurut statistik media Caixin, 21 provinsi termasuk Jiangsu, Guangdong, dan Shanghai menetapkan target pertumbuhan pendapatan fiskal 2026 hanya sekitar 2%–3%.

Anggaran Militer Tetap Naik

Sementara target GDP menurun, Kementerian Keuangan PKT dalam laporan anggaran menyebutkan bahwa anggaran militer tahun ini sekitar 1,91 triliun yuan, meningkat 7% dibanding tahun sebelumnya, sedikit lebih rendah dari kenaikan 7,2% dalam tiga tahun terakhir.

Namun, anggaran militer PKT sudah lima tahun berturut-turut tumbuh sekitar 7% atau lebih, jauh lebih tinggi daripada target pertumbuhan GDP.

Para komentator ekonomi mengatakan pengeluaran militer sebenarnya jauh lebih besar daripada angka resmi, karena terdapat banyak “anggaran militer tersembunyi.”

Komentator ekonomi yang dikenal sebagai “Caijing Lengyan” menjelaskan: “Tiongkok memiliki banyak anggaran militer tersembunyi. Misalnya banyak perusahaan milik negara atau swasta yang menjalankan penelitian militer tanpa dana langsung dari pemerintah. Di negara demokrasi Barat hal seperti ini hampir tidak mungkin. Karena itu pengeluaran militer sebenarnya jauh lebih besar dari yang diumumkan.”

Chen Pokong juga mengatakan bahwa PKT tidak akan mengurangi anggaran militer meskipun menghadapi kesulitan ekonomi.

“Anggaran militer yang diumumkan biasanya lebih rendah dari kenyataannya. Banyak biaya seperti penelitian senjata dan pengadaan senjata tidak dimasukkan. Jadi meskipun ekonomi sulit, PKT tidak akan menghentikan ambisi militernya.”

Para ahli memperkirakan anggaran pertahanan sebenarnya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari angka resmi, karena sebagian pengeluaran militer disebar di berbagai kementerian lain atau melalui perusahaan pertahanan milik negara.

Peneliti dari Institute for National Defense and Security Research Taiwan, Shen Mingshi, mengatakan bahwa anggaran militer tersembunyi biasanya digunakan untuk proyek yang sangat sensitif, seperti:

Ia menjelaskan bahwa aliran dana dalam proyek-proyek tersebut sangat sulit dilacak oleh pihak luar.

Shen Mingshi juga menyebutkan bahwa di banyak negara dunia kenaikan anggaran militer biasanya hanya sekitar 3%–5%, sementara Tiongkok meningkat sekitar 7%, yang menunjukkan ambisi militer yang kuat.

Biaya “Stabilitas” Lebih Besar dari Militer

Chen Pokong menambahkan bahwa anggaran militer adalah pengeluaran terbesar kedua PKT, sedangkan yang terbesar justru adalah biaya “menjaga stabilitas sosial”.

“Saat ‘Dua Sesi’ berlangsung, penjagaan diperketat di mana-mana—jembatan, jalan layang, tiang listrik, pintu samping, bahkan toilet. Pemerintah takut muncul slogan menentang rezim, sehingga sangat tegang. Apa pun yang terjadi, dua pengeluaran ini tidak akan dikurangi.”

Ia juga mengatakan bahwa pengeluaran besar lainnya adalah gaya hidup mewah para pejabat PKT, termasuk pengeluaran elit di Zhongnanhai (kantor pusat dan komplek partai komunis Tiongkok di Beijing). 

Menurutnya, anggaran untuk pendidikan, kesejahteraan rakyat, dan pensiun kemungkinan akan terus ditekan. Struktur fiskal yang memprioritaskan stabilitas politik dan militer ini dinilai mirip dengan model ekonomi Korea Utara, yang dapat memperbesar tekanan ekonomi dan sosial jangka panjang di Tiongkok.

Editor: Li Yun   Wawancara: Luo Ya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nabung Sekaligus Berlari, bank bjb Siapkan Tiket Semarang Mountain Race untuk Nasabah
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
KAI Bandara Siapkan 637 Ribu Kursi dan 94 Perjalanan per Hari
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Disertai Awan Panas Guguran
• 13 jam laludetik.com
thumb
Rusia Diduga Bantu Iran dengan Informasi untuk Serang Militer AS di Timur Tengah
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
MenPPPA Ingatkan Pembatasan Medsos Bisa Disiasati, Ortu Tetap Harus Awasi Anak
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.