EtIndonesia. Media New Tang Dynasty Television melaporkan bahwa sekitar 90% minyak Iran diekspor ke Tiongkok, sehingga perang di Timur Tengah secara langsung mengancam pasokan minyak Tiongkok. Ada kabar bahwa pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah memerintahkan beberapa kilang minyak terbesar di dalam negeri untuk menghentikan ekspor solar dan bensin.
Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, pejabat dari National Development and Reform Commission of Tiongkok (NDRC) awal pekan ini mengadakan pertemuan dan memberi tahu para eksekutif perusahaan kilang agar segera menghentikan ekspor produk minyak olahan.
Selain itu, perusahaan kilang juga diminta untuk:
- menghentikan penandatanganan kontrak ekspor baru,
- serta menegosiasikan kembali kontrak ekspor yang sudah ada.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Tiongkok adalah eksportir produk minyak terbesar ketiga di Asia. Namun, hanya enam hari setelah pecahnya perang Iran, Beijing langsung mengumumkan pembatasan tersebut, yang menunjukkan bahwa pemerintah memprioritaskan kebutuhan energi domestik.
Perusahaan milik negara seperti:
- PetroChina,
- CNOOC,
- Sinopec,
- Sinochem Group,
serta perusahaan swasta Zhejiang Petrochemical secara rutin memperoleh kuota ekspor bahan bakar dari pemerintah. Namun perusahaan-perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan terkait laporan ini.
Laporan itu juga menambahkan bahwa bahkan dalam kondisi normal, Beijing tidak mengizinkan ekspor produk minyak seperti bensin, solar, dan bahan bakar jet secara bebas. Sistem yang digunakan adalah kuota ekspor, dan hanya beberapa kilang besar serta pedagang yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok yang dapat memperoleh kuota tersebut.
Sejak Russian invasion of Ukraine, Beijing sering mengurangi atau menunda pemberian kuota ekspor energi, yang menyebabkan volume ekspor menurun.
Sejak Sabtu lalu (28 Februari), ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran, kapal tanker minyak dan kapal pengangkut gas alam cair yang melewati Selat Hormuz mengalami gangguan.
Saat ini hampir setengah impor minyak Tiongkok berasal dari kawasan Teluk, termasuk dari Iran. (Hui)
Reporter: Chen Zhenjin / Editor: Chen Zhenjin





