jpnn.com, JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang digelar sekelompok massa di depan kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, berakhir ricuh pada Jumat (6/3).
Massa demonstran dilaporkan merusak pintu pagar gedung pemerintahan tersebut setelah tuntutan mereka untuk bertemu pejabat setempat tidak segera terpenuhi.
BACA JUGA: Guru Madrasah Gelar Unjuk Rasa di DPR, 1.060 Personel Gabungan Dikerahkan
“Iya mereka (pengunjuk rasa) merusak pagar,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan Dirhamul Nugraha saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Dirhamul membenarkan adanya perusakan pintu pagar yang dilakukan oleh pengunjuk rasa saat aksi berlangsung. Mereka meminta untuk bertemu dengan pejabat Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
BACA JUGA: Dunia Hari Ini: Presiden Israel ke Australia, Unjuk Rasa Besar Bakal Pecah di Mana-Mana
Dalam orasinya, mereka menuding masih ada sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Selatan yang tetap beroperasi selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Namun, kata dia, massa tidak menyebutkan secara jelas lokasi tempat hiburan yang dimaksud. Padahal, pemerintah kota siap menindak jika ada laporan yang disertai data.
BACA JUGA: Sopir Unjuk Rasa, Razia Angkot Tua di Bogor Tertunda
“Kita tanya di mana tempat hiburan yang buka biar kita tindak, tapi mereka tidak mau menyebutkan,” ujar dia.
Setelah beberapa waktu menyampaikan orasi, massa akhirnya membubarkan diri dari lokasi.
Dirhamul mengatakan, para pengunjuk rasa meminta agar dapat bertemu dengan pimpinan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Ya, mereka meminta bertemu pimpinan pada Senin (9/3),” kata Dirhamul.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean



