Donald Trump Presiden Amerika Serikat disebut akan menjadi pihak yang menentukan kapan Iran dianggap telah memenuhi tuntutan “penyerahan tanpa syarat” yang diajukan oleh AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Karoline Leavitt Sekretaris Pers Gedung Putih pada Jumat (6/3/2026) waktu setempat.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump menulis di platform media sosial Truth Social bahwa tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali negara tersebut menyatakan penyerahan tanpa syarat.
Menurut Leavitt, keputusan mengenai kapan Iran tidak lagi dianggap sebagai ancaman akan sepenuhnya berada di tangan Trump sebagai panglima tertinggi militer AS.
“Yang dimaksud presiden adalah bahwa ketika dirinya, sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata AS, menentukan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman bagi AS, dan tujuan dari Operation Epic Fury telah sepenuhnya tercapai, maka Iran pada dasarnya akan berada dalam posisi menyerah tanpa syarat, terlepas dari apakah mereka mengatakannya sendiri atau tidak,” kata Leavitt kepada wartawan.
Dilansir dari Antara, ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, Seyed Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negaranya tidak meminta gencatan senjata dan tidak melihat alasan untuk membuka negosiasi dengan Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan NBC News pada Kamis (5/3/2026), Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak berada dalam posisi untuk berunding dengan Washington di tengah situasi konflik yang memanas. (ant/vve/saf/faz)



