Trump Tuntut Iran Nyerah, Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga

detik.com
17 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa "tidak akan ada kesepakatan dengan Iran selain penyerahan tanpa syarat."

Dalam pernyataan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menambahkan:

"Setelah terpilihnya seorang pemimpin yang HEBAT & DAPAT DITERIMA, kami bersama para sekutu dan mitra yang luar biasa serta sangat berani akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi dibanding sebelumnya.

"IRAN AKAN MEMILIKI MASA DEPAN YANG GEMILANG. 'MAKE IRAN GREAT AGAIN (MIGA!).'"

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyiarkan pesan video melalui stasiun televisi nasional, pada Sabtu (07/03).

'Saya merasa perlu untuk meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang diserang,' katanya.

'Kami tidak berniat menyerang negara-negara tetangga,' lanjutnya, sambil menyerukan kerja sama regional untuk 'mewujudkan perdamaian dan ketenangan'

Pezeshkian menambahkan bahwa sebuah keputusan telah dikeluarkan kepada angkatan bersenjata Iran: 'mulai sekarang, jangan menyerang negara-negara tetangga kecuali diserang lebih dulu.'

'Mereka yang mempertimbangkan untuk memanfaatkan situasi ini untuk menyerang Iran tidak boleh menjadi boneka imperialisme,' kata Pezeshkian, sambil menambahkan bahwa mendukung Israel atau AS bukanlah "jalan menuju kehormatan dan kebebasan".

Sementara itu, ledakan yang disusul kepulan asap tebal terjadi di Bandara Mehrabad, bandara tersibuk di Iran sekaligus bandara utama penerbangan domestik.

Dalam rekaman video yang dibagikan saksi mata di media sosial, tampak sejumlah pesawat dilalap api. Citra satelit yang diambil pada Jumat (06/03) menunjukkan sejumlah pesawat berada di bandara tersebut.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa beberapa bagian bandara menjadi sasaran serangan.

Perkembangan ini terjadi setelah militer Israel mengatakan tengah melancarkan "gelombang serangan baru dalam skala luas" di negara tersebut.

Gempuran Israel menyasar kawasan Dahieh di bagian selatan Beirut, Libanon, pada Jumat (06/03). Kawasan ini banyak dihuni warga penganut Syiah. (Reuters)

Sejauh ini, sebanyak 1.332 warga sipil tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel di Iran sejak Sabtu (28/02), menurut Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani.

Berbicara kepada wartawan di markas besar PBB di New York, Iravani menambahkan bahwa menurut Bulan Sabit Merah Iran, perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban tewas.

"Ribuan lainnya terluka, dan jumlahnya terus bertambah," ujarnya, seraya menuding bahwa sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil lainnya telah dijadikan sasaran secara sengaja.

Pemerintah AS membantah menargetkan infrastruktur sipil, namun tengah menyelidiki serangan mematikan terhadap sebuah sekolah perempuan di Iran. Israel, di sisi lain, menuduh Iran menyerang warga sipilnya.

Di Libanon, sebanyak 217 orang tewas dan 798 lainnya terluka sejak serangan Israel dimulai pada Senin (02/03), menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Pertikaian AS-Israel dan Iran telah meluas ke kawasan Timur Tengah.

Selain di Libanon, pemerintah Bahrain melaporkan terjadi serangan udara terhadap dua hotel dan sebuah bangunan tempat tinggal di wilayahnya.

Sementara Arab Saudi dan Qatar mengklaim bahwa mereka berhasil mencegat serangan rudal dan drone di wilayah udara mereka.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan bahwa dua hotel dan sebuah bangunan tempat tinggal di ibu kota negara itu, Manama, menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan Iran.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain menulis di X-Net bahwa serangan baru tersebut "menyebabkan kerugian finansial, tetapi tidak ada korban jiwa."

Awal pekan ini, pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain juga menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Iran belum bereaksi terhadap berita ini, tetapi beberapa jam yang lalu mengumumkan bahwa mereka telah memulai putaran baru serangan rudal dan drone.

Mereka juga mengumumkan telah menggunakan rudal Khyber.

Adapun Kementerian Pertahanan Qatar mengumumkan bahwa angkatan udara mereka berhasil mencegat serangan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Adid, pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah.

Sebelumnya pemerintah Qatar telah mengirim peringatan keamanan melalui telepon seluler di seluruh negeri, meminta warganya menjauhi jendela dan ruang terbuka.

Di tempat terpisah, Presiden Donald Trump mengatakan dirinya harus memiliki peran langsung dalam memilih pemimpin baru Iran.

BBC Persia melaporkan, Trump kembali menyerukan kepada tentara Iran agar meletakkan senjata.

Trump juga menyarankan para diplomat negara itu untuk mencari perlindungan di negara tempat mereka bertugas.

Dari Iran dilaporkan serangan udara terus berlanjut, dan pusat-pusat militer dan pemerintah telah menjadi sasaran serangan Israel dan AS.

Pada Kamis, salah satu stadion di kompleks olah raga Azadi menjadi sasaran pemboman.

Organisasi Kesehatan Dunia: 13 pusat medis di Iran hancur

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan telah mengkonfirmasi bahwa "Ada 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran dan satu serangan di Lebanon."

Ghebreyesus tidak merinci lebih lanjut atau menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi mengatakan:

"Berdasarkan hukum humaniter internasional, layanan dan fasilitas kesehatan harus dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran."

Beberapa hari yang lalu, foto-foto dan video menunjukkan kerusakan luas di Rumah Sakit Gandhi Teheran, yang menyebabkan pemindahan semua pasien yang dirawat di rumah sakit.

AFP via Getty ImagesAsap hitam terlihat mengepul dari kedutaan besar AS di Kota Kuwait pada 2 Maret setelah serangan terbaru Iran.

Kapal selam AS tenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengklaim kapal selam AS telah menenggelamkan "sebuah kapal perang Iran" di Samudra Hindia.

"Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo," ujarnya.

Hegseth tidak menyebut nama kapal Iran yang diserang.

Namun sebelumnya Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan bahwa kapal IRIS Dena tenggelam di Samudra Hindia. Sekitar 140 orang di dalamnya dinyatakan hilang.

ReutersKapal perang Iran, Iris Dena, tampak merapat di Pelabuhan Rio de Janeiro, Brasil, pada Februari 2023 silam.

Ini "memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang," kata Hegseth, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat sedang "menghantam Iran saat mereka sedang terpuruk."

"Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya," ujarnya.

Pada Rabu (04/03), Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan telah menyelamatkan 32 orang setelah menerima panggilan darurat dari kapal Angkatan Laut Iran IRIS Dena.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Budhika Sampath, mengatakan: "Meski berada di luar wilayah perairan kami, lokasi itu masih termasuk dalam zona pencarian dan penyelamatan kami. Jadi kami berkewajiban merespons sesuai kewajiban internasional."

Ia menambahkan: "Kami menemukan orang-orang terapung di laut, menyelamatkan mereka, dan kemudian mengetahui bahwa mereka berasal dari kapal Iran."

Menurut dokumen kapal tersebut, diperkirakan ada 180 orang di dalamnya.

  • AS-Israel serang Iran, di mana Rusia dan China?
  • 'Korban pertama perang ini adalah 40 anak di Minab' Respons warga Iran atas serangan AS-Israel
  • 'Ini bukan Dubai yang kami kenal' Kesaksian warga dan para turis saat Iran menyerang Uni Emirat Arab

Sampath mengatakan bahwa ketika operasi penyelamatan berlangsung, pihaknya tidak lagi melihat kapal tersebutyang tampak hanya serpihan minyak di permukaan air dan sekoci-sekoci penyelamat.

"Kami hanya melihat beberapa sekoci. Tidak ada kapal Iran yang terlihat. Kapal itu sudah tenggelam," kata Sampath kepada BBC Sinhala.

Ia juga menegaskan kepada BBC bahwa pihaknya menolak laporan yang menyebut kapal itu tenggelam akibat serangan kapal selam. Penyebab insiden masih belum diketahui.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pertahanan Sri Lanka, Marsekal Muda Sampath Thuiyakontha, mengatakan kepada BBC Sinhala bahwa sekitar 140 orang diyakini masih hilang.

Iran ancam 'bakar' kapal-kapal di Selat Hormuz

Seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa negara itu akan "membakar" kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuzjalur minyak dan gas yang sangat pentingseiring dengan berkecamuknya konflik di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Ebrahim Jabbari, penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), melalui siaran televisi pemerintah.

Dia mengatakan selat tersebut dalam status tertutup dan memperingatkan bahwa kapal-kapal "tidak boleh datang ke wilayah ini, mereka pasti akan menghadapi respons serius dari kami."

BBC

Jabbari juga mengatakan bahwa AS "haus akan minyak di wilayah ini" dan bahwa Iran akan "menyerang jalur pipa mereka di wilayah tersebut dan tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari daerah ini".

Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan titik transit minyak yang paling vital. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia melewati selat tersebut.

Citra satelit tunjukkan kerusakan kilang minyak Saudi

Citra satelit tersebut, yang diambil pada Selasa oleh Vantor, memperlihatkan adanya api dan bekas bangunan yang terlihat hangus di sekitar menara pendingin di area tengah kilang minyak, yang terletak di kilang Ras Tanurayang dioperasikan perusahaan minyak nasional Aramco.

Di area itu terdapat serangkaian pipa yang menghubungkan berbagai unit penyimpanan ke dermaga terdekat.

Di sanalah pasokan minyak itu mampu mengisi empat kapal tanker secara bersamaan.

Lokasi itu memiliki kapasitas produksi 550.000 barel per hari.

Perusahaan minyak Aramco mengatakan, mereka harus menutup sementara kilang tersebut pada Selasa.

  • Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat dalam serangan AS dan Israel
  • Harga minyak dunia melonjak setelah kapal-kapal diserang di dekat Selat Hormuz
  • Ayatollah Ali Khamenei wafat, siapa penerusnya dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya?

Meluasnya konflik makin tampak pada Senin (02/03), tatkala Iran menyasar sektor energi di Arab Saudi dan Qatar.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan bahwa kebakaran kecil di kilang Ras Tanurayang dioperasikan perusahaan minyak nasional Aramcoberhasil dipadamkan.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui Saudi Press Agency, disebutkan bahwa kilang tersebut mengalami "kerusakan ringan akibat jatuhan puing" setelah sistem pertahanan udara mencegat "dua drone yang melintas di sekitar fasilitas".

Api dilaporkan "segera ditangani" oleh tim darurat tanpa menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Video yang diverifikasi BBC memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap besar membumbung dari area kilang tersebut.

Arab Saudi, yang selama ini menjadi tuan rumah bagi pasukan militer Amerika Serikat dan negara-negara Barat, pada Sabtu (28/02) mengeluarkan kecaman terhadap Iran. Mereka menyebutnya sebagai "serangan terang terangan dan pengecut".

Pemerintah Saudi menegaskan serangan itu "berhasil dicegat" dan menargetkan wilayah Riyadh serta Provinsi Timur.

Sementara itu, perusahaan energi milik Qatar, Qatar Energy, menyatakan telah menghentikan produksi gas alam cair (LNG) setelah sejumlah fasilitasnya diserang oleh Iran.

Fasilitas yang disasar meliputi Ras Laffan, pusat pemrosesan gas darat serta Mesaieed, yang juga menjadi lokasi strategis produksi gas alam Qatar.

Negara Teluk tersebut merupakan salah satu produsen LNG terbesar di dunia, sejajar dengan Amerika Serikat, Australia, dan Rusia.

  • Harga minyak dunia melonjak setelah kapal-kapal diserang di dekat Selat Hormuz
  • Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat dalam serangan AS dan Israel
  • Presiden Prabowo tawarkan jadi juru runding konflik AS-Israel dengan Iran 'Sangat tidak realistis'
>


(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buntut Konflik Timur Tengah, Kapuspen TNI Angkat Bicara soal TNI Siaga 1 Antisipasi Bangsit di Indonesia
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Jalan Meruya Jakbar Terendam Banjir, Kendaraan Tak Bisa Melintas
• 2 jam laludetik.com
thumb
Samsung Ungkap Detail Baru Galaxy Glasses, Kacamata Pintar Berbasis AI
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Lima orang tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon selatan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Bea Cukai Sisir Toko Kelontong dan Ekspedisi, Sita Ribuan Rokok Ilegal
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.