jpnn.com - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS Mulyanto menyebut Indonesia sebagai negara yang menganut politik bebas aktif seharusnya bisa menyampaikan dukacita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Penyampaian dukacita merupakan tindakan kemanusiaan yang tidak bertentangan dengan prinsip tersebut," kata dia melalui layanan pesan, Sabtu (7/3).
BACA JUGA: Kritik Mahasiswa-Masyarakat Sipil kepada Prabowo-Gibran soal ART hingga BOP, Keras!
Selain itu, kata Mulyanto, langkah mengucapkan dukacita demi menjaga hubungan baik yang terjalin antara Indoensia dan Iran.
Berikutnya, ujar dia, pernyataan dukacita menegaskan sikap Indonesia yang berkomitmen terhadap perdamaian dunia.
BACA JUGA: BoP Tak Punya Legitimasi Moral, Sudah Saatnya Indonesia Keluar
"Ya, sebagai negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan amanat konstitusi untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, Indonesia memiliki posisi moral untuk menunjukkan empati terhadap bangsa yang sedang berduka,” kata Mulyanto.
Toh, ujar dia, sejumlah pemimpin negara sahabat di kawasan dan dunia Islam telah menyampaikan belasungkawa secara resmi atas tewasnya Ali Khamenei.
BACA JUGA: Respons Polri soal Nabilah OâBrien Korban Pencurian Jadi Tersangka di Bareskrim
Semisal, disampaikan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim serta Presiden Turki melalui Recep Tayyip Erdo?an.
Menurut Mulyanto, langkah yang diambil Malaysia dan Turki menunjukkan bahwa penyampaian duka bisa berjalan seiring dengan seruan deeskalasi dan stabilitas kawasan.
"Hal ini membuktikan bahwa empati kemanusiaan tidak identik dengan keberpihakan politik," lanjut dia.
Dia mengatakan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan anggota aktif berbagai forum internasional, memiliki peran penting dalam menunjukkan keteladanan diplomasi yang berimbang, beradab, dan berorientasi pada perdamaian.
“Ucapan belasungkawa kepada Iran tidak harus dimaknai sebagai dukungan terhadap dinamika konflik yang sedang berlangsung, melainkan sebagai penghormatan kepada bangsa sahabat yang sedang mengalami kehilangan besar,” kata dia. (ast/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




