Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens pada Sabtu (7/3/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami rentetan erupsi, di mana puncaknya terjadi pada pukul 10.20 WIB dengan muntahan Awan Panas Guguran (APG) yang mengarah ke sektor tenggara.
Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, gunung setinggi 3.676 mdpl ini setidaknya telah mengalami sembilan kali erupsi sejak tengah malam tadi.
Advertisement
"Erupsi terakhir pada pukul 10.20 WIB terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12 mm selama 275 detik. Sayangnya, visual kolom abu tidak teramati karena puncak gunung tertutup kabut tebal," ujar Sigit Rian Alfian, petugas PPGA Semeru Sabtu (7/3/2026)
Meskipun visual terhalang kabut, instrumen mencatat adanya luncuran awan panas yang mengarah ke Besuk Kobokan.
Saat ini, Gunung Semeru masih tertahan pada Status Siaga atau level III. Mengingat ancaman yang nyata, petugas mengeluarkan instruksi tegas bagi warga dan wisatawan.
Di sektor tenggara masyarakat dilarang total melakukan aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari pusat erupsi. Sedangkan pada sempadan sungai diminta waspada perluasan awan panas dan aliran lahar dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 17 km.
"Sterilisasi area dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak guna menghindari risiko lontaran batu pijar," tambah Sigit




