Rachmat Gobel: Pernyataan Bahlil soal Stok BBM Bentuk Keterbukaan Publik

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

ANGGOTA Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel turut menyikapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil lahadalia terkait stok bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri hanya untuk 21 hari. Pernyataan Bahlil terkait cadangan BBM nasional tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat.

Menurut Gobel, pernyataan Menteri ESDM itu merupakan sebuah bentuk keterbukaan dari pemerintah akan mengenai kondisi cadangan energi nasional. Hal itu menurutnya sangat penting untuk membangun kepercayaan publik, sekaligus momen pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada. Di saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak untuk menyikapi situasi ini dengan bijak, misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi,” ujar Gobel dalam keterangannya, Sabtu (7/3).

Baca juga : Cadangan BBM Nasional Aman, Presiden Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru

Menurut Politisi dari Fraksi Partai NasDem ini, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, memunculkan berbagai kekhawatiran terkait stabilitas pasokan energi global, baik minyak, gas, maupun listrik.

Namun, katanya, hal ini menjadi momentum pembelajaran bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional ke depan. Termasuk mengambil berbagai langkah strategis lainnya untuk menyiasati kondisi yang ada.

“Yang paling penting, menurut saya adalah pemerintah, termasuk PLN dan Pertamina, harus mengambil langkah strategis. Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” tegas politisi asal Gorontalo itu.

Baca juga : Pengamat: Cadangan BBM Nasional Cukup, Pemerintah Bisa Tambah Floating Storage

Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah percepatan investasi di sektor energi, khususnya pada sektor pengolahan energi seperti kilang (refinery) dan pengembangan energi baru terbarukan. Gobel menilai pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif agar berbagai proyek strategis di sektor energi dapat berjalan lebih cepat.

Selain harus lebih bijak dan menghemat dalam penggunaan energi, Gobel berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying BBM. Sikap demikian, menurutnya, justru akan memperburuk kondisi yang ada.

“Dalam hal Ini perlu edukasi tidak hanya dari pemerintah, namun juga seluruh elemen bangsa kepada masyarakat untuk tidak panic buying dengan melakukan pembelian berlebih atau bahkan penimbunan BBM yang justru akan memperparah kondisi di lapangan,” katanya.

“Sekali lagi ini pembelajaran bagi kita semua. Sebagai negara besar, kita harus memperkuat sistem energi kita agar lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika global,” pungkasnya.  (H-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Enggak Usah Panic Buying, Pramono Pastikan Stok BBM Jakarta Aman di Tengah Perang Teluk
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG Prediksi Jabodetabek Akan Hujan Lebat hingga 11 Maret 2026, Waspada Angin Kencang
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Sempat Kenang 6 Tahun Perjuangan Lawan Kanker
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Innalillahi Wainnailaihi Rajiun, Penyanyi Vidi Aldiano Tutup Usia
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
 Pembatasan Akun Media Sosial Anak Berusia di Bawah 16 Tahun, Orangtua Berperan Penting
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.