Pembangunan Halte BRT di Bandung Mulai Dikerjakan

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik di Kota Bandung sudah mulai dikerjakan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyebut total terdapat 232 halte yang akan dibangun di wilayah Kota Bandung sebagai bagian darurat pengembangan layanan BRT di kawasan Cekungan Bandung.

BACA JUGA: Terminal Cicaheum Mau Diubah Jadi Depo BRT, Warga Pasang Badan

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung Ferlian Hadi mengatakan, pembangunan halte tersebut merupakan bagian dari proyek Kementerian Perhubungan yang mencakup wilayah Cekungan Bandung.

"Untuk halte off coridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota abang dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi," kata Ferlian dalam keterangannya, Sabtu (7/3).

BACA JUGA: Pemotor Tewas Terlindas TransJakarta Seusai Terobos Masuk Jalur Busway

Ferlian menyebut, ratusan halte tersebut tersebar di 22 kecamatan di Kota Bandung. Selanjutnya, halte yang dibangun terbagi ke dalam tiga jenis.

Dari 232 titik halte di Kota Bandung, sebanyak 172 titik merupakan bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, 80 titik berupa small shelter, serta 4 titik berupa big shelter.

BACA JUGA: Sedekah yang Paling Cepat Sampai ke Langit di Bulan Ramadan, Masyaallah…

Untuk halte berukuran besar atau big shelter, rencananya akan dibangun di empat lokasi strategis, yaitu Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.

Jika melihat status jalan, sebanyak 38 titik halte berada di jalan nasional, 45 titik di jalan provinsi, dan 149 titik di jalan kota.

Selain halte off corridor, juga akan dibangun halte on corridor yang berada di jalur khusus BRT.

Jumlahnya sekitar 37 titik dengan konsep jalur terpisah menggunakan separator, serupa dengan sistem busway.

“Kalau yang on corridor jalurnya khusus. Sedangkan yang off corridor menggunakan mix traffic atau bercampur dengan kendaraan lainnya,” jelas Felian.

Adapun saat ini, pembangunan halte off corridor sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, terdapat sekitar 27 titik yang telah mulai dikerjakan.

Beberapa di antaranya berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion GBLA, Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, serta Jalan Merdeka.

Saat ini pekerjaan masih berada pada tahap awal seperti pembongkaran dan persiapan lahan.

Ferlian menuturkan, berdasarkan timeline dari Kementerian Perhubungan, pembangunan halte BRT baik on corridor maupun off corridor ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bandung turut berperan mendukung pelaksanaan pembangunan, mulai dari membantu proses perizinan hingga penyiapan lahan.

"Setelah pembangunan selesai, pengelolaan BRT nantinya berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini Dishub Provinsi Jawa Barat sudah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara untuk pengoperasiannya," ucapnya.

Ke depan, layanan BRT juga akan diintegrasikan dengan transportasi yang sudah ada.

Angkutan kota direncanakan akan berperan sebagai feeder yang mengumpankan penumpang menuju koridor BRT. (mcr27/jpnn)


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyek MLFF Dipastikan Berlanjut, Penyelesaian Masalah Teknis Dikebut
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Cina Dikabarkan Siap Dukung Iran dalam Perang Hadapi AS dan Israel
• 48 menit lalukatadata.co.id
thumb
Purbaya Respons Soal THR Pekerja Swasta Kena Pajak: Protes ke Bosnya
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
IHSG Pekan Ini Melemah 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp13.627 Triliun
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Keajaiban Angka 13 di Piala Dunia 2026
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.