Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sejumlah tokoh lintas sektor dan lintas generasi menggelar pertemuan strategis dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), pada Sabtu, 7 Maret 2026. 

Pertemuan yang berlangsung di kediaman JK ini menjadi titik temu bagi para aktivis, akademisi, birokrat, hingga pengusaha untuk membedah arah bangsa dan menyuarakan kegelisahan atas krisis kepemimpinan yang tengah melanda tanah air.

Baca Juga :
Bantu Kejaksaan Ungkap Mafia Migas, Sudirman Said: Perlu Komitmen Total
7 Jam Diperiksa Kejagung, Sudirman Said Buka-bukaan Soal Kasus Petral Hingga Mafia Migas

Sudirman Said, menegaskan bahwa diskusi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap merosotnya standar moral pemimpin. Sebagai sosok yang telah tiga dekade berkecimpung di dunia pengajaran kepemimpinan, Rektor Universitas Harkat Negeri ini melihat adanya kekosongan fatal pada aspek kepemimpinan intrinsik.

"Yang hilang adalah kepemimpinan intrinsik, kepemimpinan yang didasari oleh nilai-nilai luhur seperti integritas, visi, kompetensi, wisdom, dan kapasitas menggerakkan perbaikan," ujar Sudirman Said. 

Ia menjelaskan bahwa kehadiran para tokoh ini bertujuan menyambungkan kembali sanubari kekuasaan dengan etika. 

"JK bukan siapa-siapa secara posisi saat ini, tapi punya kepemimpinan intrinsik karena integritasnya," tambahnya.

Sementara, Pakar Hukum Universitas Andalas Feri Amsari, mengungkapkan bahwa ada dua alasan utama mengapa para tokoh meminta bertemu JK melalui Sudirman Said. 

Pertama, pengalaman JK sebagai Wapres, ketua partai, hingga juru damai dianggap penting untuk membicarakan krisis kepemimpinan global agar "penyakit" dari luar tidak masuk ke dalam negeri. 

"Mengulang kata Pak JK, pemimpin tidak boleh menggunakan sebatas insting dan instan," tegas Feri. 

Tokoh Lintas Sektor Sowan ke Jusuf Kalla
Photo :
  • Dok. Istimewa

Kedua, mereka ingin belajar mengenai aspek ekonomi dalam penyelenggaraan negara sebagai bahan perbaikan ke depan.

Suara kritis juga datang dari representasi mahasiswa, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukanlah pertemuan politik, melainkan pertemuan moral rakyat sebagai penumpang "bus besar" bernama NKRI. 

"Sopirnya Prabowo, kernetnya Gibran, awaknya menteri; rakyat sebagai penumpang layak menegur sopir," kata Tiyo. 

Ia menilai kondisi "bus" Indonesia saat ini sudah reot dan memiliki banyak masalah yang harus segera direparasi agar tidak semakin jauh dari tujuannya.

Selain dihadiri oleh tokoh di atas, pertemuan ini dihadiri oleh spektrum tokoh yang luas lintas sektor dan lintas generasi. Dari sektor korporasi hadir tokoh senior Anton J. Supit bersama William Sabandar (IBC) hingga Arief Zulkifli (CEO Tempo). 

Baca Juga :
Dipanggil Lagi! Sudirman Said Kembali Diperiksa Kejagung Soal Kasus Korupsi Minyak Mentah di Petral
Sudirman Said Blak-blakan soal Diperiksa Jadi Saksi Kasus Minyak Mentah
Eks Menteri ESDM Sudirman Said Dipanggil Kejagung, Ada Apa Pada Kasus Korupsi Minyak Mentah di Petral?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Toprak Razgatlioglu Diproyeksikan Bertahan di Pramac Meski Dilirik Tim Pabrikan Yamaha untuk MotoGP 2027
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Link Live Streaming Borneo FC Vs Persebaya, Mulai Malam Ini Jam 20.30 WIB
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
ABKI dan ASMA Fasilitasi Tenaga Kesehatan Indonesia Berkarier di Arab Saudi
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Suasana Rumah Duka Vidi Aldiano, Sejumlah Artis Mulai Berdatangan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Komisi VIII DPR Yakin Konflik Timteng Tak Bakal Ganggu Pelaksanaan Haji 2026
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.