JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengungkap motif rombongan mobil yang melakukan konvoi dengan manuver zig-zag di ruas Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu).
Aksi membahayakan tersebut ternyata sengaja dilakukan demi konten untuk keperluan bisnis jual beli mobil para pelaku.
"Perbuatannya ini hanya untuk membuat konten sekaligus menjual mobil, karena sebagian dari para pengendara ini bekerja sebagai jual beli mobil," kata Reiki saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: Polisi Tegur Pengemudi Mobil yang Konovi Zig-zag di Tol Becakayu
Reiki mengungkap saat proses pemeriksaan, para pelaku mengakui bahwa konten tersebut memang ditujukan sebagai iklan mobil yang ingin dijual.
"Konten bertujuan untuk menjual mobil, jadi mereka memang untuk mengiklankan mobilnya yang dijual," ucapnya.
Para pengemudi tersebut juga telah dipanggil, mengakui perbuatannya, dan membuat pernyataan maaf.
"Izin para pengendara ini membuat statement permohonan maaf atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," ujar Reiki.
Lebih lanjut, Reiki merinci ada tujuh orang pemuda yang terlibat dalam pembuatan konten tersebut.
Ia memastikan seluruh pengemudi telah berusia dewasa dan memiliki kelengkapan surat kendaraan, seperti SIM dan STNK.
"Rata-rata sudah usia 25 tahun, sudah memiliki SIM," ungkapnya.
Baca juga: Polisi Tak Tilang Mobil Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu, Apa Alasannya?
Sementara itu, mewakili para pelaku, salah satu pengemudi yang melakukan aksi zig-zag di Tol Becakayu menyampaikan permohonan maaf kepada polisi dan pengelola jalan tol.
"Kami selaku pengemudi yang viral di media sosial, berkendara zig-zag di Tol Becakayu pada tanggal 1 Maret 2026 pukul 04.00 WIB," ucap permohonan maaf salah satu pengemudi dalam video yang diterima Kompas.com.
"Kami meminta maaf atas kegaduhan yang telah kami lakukan dan juga kami meminta maaf kepada pihak terkait, Bapak Heri selaku Kepala Tol Becakayu dan Pak Atisullah selaku pihak dari kepolisian," lanjutnya.
Ia mengakui aksi tersebut dilakukan untuk konten media sosial.
"Hal yang kami lakukan tidak dapat dibenarkan dan perbuatan yang kami lakukan hanya sebatas konten. Demikian permintaan maaf yang kami sampaikan. Terima kasih," ungkapnya.