Jakarta, VIVA – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, berharap organisasi jurnalis sepakbola PSSI Pers dapat menjadi mitra strategis federasi dalam memberikan literasi sepakbola kepada masyarakat.
Menurut Arya, peran media memiliki pengaruh besar dalam membangun pemahaman publik terhadap perkembangan sepakbola nasional. Karena itu, jurnalis diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat sekaligus edukatif.
Harapan tersebut disampaikan Arya saat membuka kegiatan perdana kepengurusan PSSI Pers periode 2026–2029 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Acara yang mengusung tema “Jemput Bola dan Sambung Rasa” itu dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama serta bermain sepakbola di Lapangan C kompleks GBK.
Kegiatan tersebut menjadi program pertama kepengurusan baru PSSI Pers sejak terpilih pada Februari 2026. Organisasi jurnalis itu kini dipimpin oleh Robi Yanto sebagai ketua dan Muhammad Adi Yaksa sebagai wakil ketua.
Dalam kesempatan itu, Arya Sinulingga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru dan berharap kepengurusan yang baru mampu memperkuat peran PSSI Pers sebagai organisasi jurnalis yang aktif memberikan edukasi kepada publik melalui pemberitaan sepakbola.
“Selamat kepada teman-teman PSSI Pers yang sudah memilih ketua dan wakil ketua serta membentuk kepengurusan baru,” ujar Arya.
Ia menilai informasi yang disampaikan jurnalis memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat memahami sepakbola. Karena itu, PSSI berharap PSSI Pers dapat terus menjadi mitra yang membantu menghadirkan informasi yang akurat sekaligus mendidik.
“Kita berharap teman-teman PSSI Pers bisa menjadi mitra terbaik PSSI untuk memberikan literasi, informasi, dan membuat sepakbola terlihat semakin baik di mata masyarakat,” katanya.
Arya juga mendorong agar para jurnalis yang tergabung dalam PSSI Pers dapat terus memperkaya pemahaman terkait aspek teknis sepakbola. Salah satunya melalui diskusi rutin dengan perangkat pertandingan, termasuk komite wasit.
Menurut Arya, program diskusi tersebut penting agar jurnalis memiliki perspektif yang lebih luas mengenai aturan permainan sepakbola.
“Seperti sebelumnya kita pernah rutin berdiskusi dengan wasit dan komite wasit. Hal seperti itu bisa diteruskan supaya teman-teman jurnalis mendapatkan perspektif yang lebih jelas tentang aturan permainan sepakbola,” ujarnya.





