Antisipasi Gejolak Global, PM Anwar Ibrahim Minta Rakyat Malaysia Berhemat

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Masyarakat Malaysia diminta untuk berhemat dan berhati-hati dalam pengeluaran. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan ketidakpastian ekonomi global.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan bahwa meskipun situasi ekonomi negara saat ini terkendali, perkembangan geopolitik internasional, khususnya konflik di Timur Tengah, dapat memengaruhi rantai pasokan global, sehingga mendorong harga lebih tinggi.

Baca Juga :
Polri Bongkar Tambang Ilegal dan Penyelundupan Pasir Timah ke Malaysia, 7 Tersangka Diamankan
PM Malaysia Anwar Ibrahim: Serangan Israel ke Iran Bawa Timur Tengah ke Ambang Bencana

"Saya bertanggung jawab untuk mengingatkan anda agar berhati-hati. Jika bisa menabung selama bulan puasa, jangan menghambur-hamburkan uang secara sembarangan selama hari raya," kata Anwar dalam sambutan di peresmian sebuah masjid di Bukit Mertajam, Pulau Penang, Malaysia, Sabtu, 7 Maret 2026.

Anwar menjelaskan karena perang di Iran, ekonomi dunia bermasalah. Harga minyak juga sudah berlipat ganda. Di tengah situasi saat ini, Anwar mengaku berharap bisa mempertahankan harga bahan bakar minyak jenis RON 95 di Malaysia tetap senilai 1,99 ringgit Malaysia (setara Rp8.547) per liter.

Dia menyampaikan saat ini kapal-kapal besar yang membawa minyak dan gas dari Teluk Hormuz diblokir karena akibat aksi Israel yang didukung oleh Amerika Serikat menyerang Iran.

Lebih dari 200 kapal tanker besar yang mengangkut gas, minyak terhambat. Hal tersebut menyebabkan biaya meroket, termasuk makanan, pupuk yang didatangkan dari Ukraina, Rusia, Eropa, yang saat ini harganya melambung tinggi.

"Sejauh ini, Pemerintah telah mengadakan pertemuan, mencari cara untuk bertahan. Tapi saya hanya ingin memberi tahu Anda sebelumnya, berhati-hatilah dengan pengeluaran Anda, menabunglah. Jangan lupa bahwa dalam situasi nyaman ini, gambaran di dunia ini telah menjadi kacau," kata Anwar.

Dia menyampaikan perang yang terjadi melibatkan beberapa negara. Menurut Anwar mengatakan meskipun untuk sementara situasi saat ini terkendali, namun antisipasi tetap diperlukan.

"Karena kita tidak bisa memprediksi berapa lama situasi (gejolak) ekonomi akan berlangsung. Bijaklah dalam mengelola ekonomi, jika krisis seperti itu datang, tidak akan mudah bagi kita untuk menyelesaikannya. Masyarakat harus sadar dan saling membantu. Semoga Allah memberi kita kekuatan," ujarnya. (Ant)

Baca Juga :
Detik-detik Bandar Penyuap AKBP Didik Kabur ke Malaysia, Ko Erwin Ditembak di Tengah Laut
Tak Cuma PNS, Guru Ngaji hingga Pekerja Harian Lepas Juga Bakal Dapat THR dari Pemerintah
Masa Jabatan PM Malaysia Dibatasi Satu Dekade

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Tegas Larang ASN Jakarta Mudik Pakai Mobil Dinas
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pakar Trikologi Jelaskan Risiko Penutup Kepala Dipakai Terlalu Lama terhadap Kesehatan Rambut
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Antisipasi Konflik Timur Tengah, Panglima TNI Perintahkan Prajurit Siaga 1
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Ledakan Kapal Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz, Empat WNI Selamat dan Tiga Masih Hilang
• 1 jam lalupantau.com
thumb
PGN Catat Laba Bersih US$215 Juta Sepanjang 2025
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.