JAKARTA, KOMPAS.com - Di balik menguntungkannya bisnis rental mobil, tersilak celah yang kian dimanfaatkan para pelaku kejahatan.
Kasus penggelapan mobil yang kerap menyasar pengusaha rental dilakukan dengan pola yang hampir serupa.
Para pelaku yang menggelapkan mobil kerap menyamar sebagai penyewa sungguhan dengan membawa identitas lengkap dan membayar uang sewa yang telah disepakati.
Di sisi lain, syarat penyewaan yang terbilang mudah dari pengusaha rental juga meningkatkan peluang para mafia melakukan penggelapan mobil.
Baca juga: Pengemudi Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu untuk Konten Jual Beli Mobil
Akibatnya, kendaraan yang semula disewakan atau dipinjam dengan dalih tertentu justru hilang tanpa jejak.
Ketika kendaraan sudah berpindah tangan ke pelaku kejahatan, maka akan sulit diambil kembali oleh para pengusaha rental.
"Kalau mafia kan sudah banyak, kita sebagai rental mau memberantas mafia-mafia yang meresahkan. Usaha kita kan dari nol jerih payah kita sendiri, mereka mafia main enak aja, ambil jual, ambil jual mobil kita, kan harus diberantas," ungkap salah satu pengusaha rental Adi Supriyatna (40) ketika diwawancarai di kawasan Jakarta Utara, Kamis (5/3/2026).
Adi mengaku, sudah tiga kali mobil rentalnya nyaris raib karena tertipu klien yang ternyata mafia penggelapan kendaraan.
Untuk mengambil kembali mobilnya tersebut tentu saja membutuhkan perjuangan dan ia harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.
Lemahnya sistem pengawasanKriminolog Haniva Hasna mengatakan, dalam perspektif kriminologi, maraknya kasus penggelapan mobil rental menunjukkan bahwa adanya pertemuan antara target bernilai tinggi yakni mobil dan lemahnya sistem pengawasan.
"Kendaraan adalah aset mahal dan mudah dipindah tangankan, sehingga sangat menarik bagi pelaku kejahatan," ungkap Haniva ketika dihubungi Kompas.com, Kamis.
Ketika proses verifikasi penyewa tidak ketat dan pengawasan terbatas, maka bisnis rental menjadi target empuk bagi kejahatan penggelapan.
Baca juga: Peta Kejahatan Penggelapan Mobil Rental: Dari Mafia Nakal ke Sindikat Penadah
Haniva juga mengatakan, ada beberapa pola konsisten yang muncul dalam kasus penggelapan mobil yang harus diwaspadai para pengusaha rental.
Pola pertama, para pelaku biasanya akan menyewa mobil dengan dokumen identitas untuk meyakinkan para pengusaha rental.
Kedua, setelah kendaraan berhasil disewa, para mafia biasanya langsung memindah tangankannya ke pihak lain.
Ketiga, tak hanya dipindah tangankan, kendaraan yang disewa itu dijual atau digadai oleh pelaku ke penadah.
Namun, bisa juga dipreteli untuk dijual setiap bagiannya oleh pelaku sendiri.
Keempat, setelah berhasil mendapatkan keuntungan dari menjual atau menggadai mobil sewaan itu, para pelaku akan menghilang sebelum masa sewa berakhir.
"Pola ini menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, kejahatan sudah direncanakan sejak awal penyewaan," jelas Haniva.
Modus dan peran identitas palsuDalam melancarkan aksinya, para pelaku penggelapan mobil kerap kali menggunakan berbagai modus untuk mengelabui para pengusaha rental.
Pertama, para pelaku sering menyewa mobil dengan menggunakan identitas orang lain agar aksi kejahatannya tidak mudah terdeteksi.





