Pimpinan Lintas Sektor Diminta Perkuat Kedaulatan Siber Nasional

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

FORUM Kemandirian Siber Indonesia (Formasi) mengajak pimpinan instansi pemerintah dan dunia usaha untuk berkomitmen penuh menjaga kedaulatan siber Indonesia. Desakan ini mengemuka dalam peringatan Hari Kebudayaan Keamanan Informasi (HKKI) 2026 yang digelar di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Ketua Panitia HKKI 2026 sekaligus Pendiri Formasi, Gildas Deograt, menegaskan bahwa keamanan informasi bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan tanggung jawab strategis pemimpin organisasi. Di tengah memanasnya geopolitik dunia yang menjadikan siber sebagai senjata, kemandirian rantai pasok produk teknologi menjadi penentu kedaulatan negara.

"Momen HKKI 2026 mendorong kita untuk terus berjuang memandirikan siber Indonesia. Kita pasti bisa menjadi bangsa yang berdaulat di ranah siber pada 2045 jika konsisten antara pola pikir, keputusan, dan perbuatan," ujar Gildas melalui keterangannya, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga : Kemitraan Strategis untuk Jawab Kebutuhan Perlindungan Data Komprehensif

Peringatan HKKI tahun ini menandai 19 tahun perjalanan gerakan kesadaran keamanan informasi di Indonesia. Gildas mengingatkan bahwa rasa aman seringkali berbahaya karena membuat organisasi lengah.

Sejak dideklarasikan pertama kali pada 7 Maret 2007, gerakan ini telah memicu lahirnya berbagai institusi strategis seperti BSSN, Direktorat Tipidsiber Polri, hingga Satuan Siber TNI. Namun, Formasi menyoroti bahwa peningkatan kesadaran masyarakat belum diikuti oleh perilaku aman yang berkelanjutan di ruang digital.

"Rasa aman membuat kita lengah. Kita harus membangun budaya keamanan informasi yang terintegrasi, di mana keamanan tidak lagi bertentangan dengan kenyamanan," tambahnya.

Baca juga : Perlindungan Data Jadi Kunci Keberlanjutan Sektor Keuangan di Era Digital

Senada, Rektor Universitas Pradita, Eko Indrajit memberikan peringatan keras mengenai pentingnya perlindungan data nasional. Menurutnya, penguasaan data oleh pihak asing adalah bentuk penyerahan masa depan bangsa secara sukarela.

"Bangsa yang datanya dikuasai pihak asing, sejatinya sedang menyerahkan masa depannya tanpa perang," tegas Eko.

Acara yang didukung oleh Dell dan XecureIT ini juga menghadirkan diskusi terbuka bertajuk “Merebut Kedaulatan Siber Indonesia” yang dimoderasi oleh pakar teknologi informasi sekaligus Rektor ITTS, Onno Widodo Purbo.

Kepala BSSN Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi, yang diwakili oleh Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi, Mayjen TNI Bondan Widiawan, menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya sinergi lintas sektor.

Sebagai bentuk penegas komitmen, acara diisi dengan pembacaan “Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Siber” yang menggaungkan urgensi kolaborasi antara pemerintah, pebisnis, akademisi, dan komunitas dalam menciptakan ekosistem siber yang mandiri. (H-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026: Hujan Diprakirakan Guyur Jakarta Sejak Pagi
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Krisis Selat Hormuz Dorong AS Tinjau Sanksi Minyak Rusia
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai 6 Tahun Berjuang Melawan Kanker
• 36 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Iran Minta Maaf karena Menyerang Negara Tetangga
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menkeu Kaji Kelanjutan Insentif Kendaraan Listrik Terhadap Defisit APBN
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.