Pimpinan BGN: Program MBG Bukan Ladang Bisnis

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan dirancang sebagai program bisnis.

Nanik menyebut, sejak awal program ini lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi masyarakat khususnya golongan miskin.

"Jadi Pak Prabowo itu menganggap program MBG itu bukan orientasi bisnis," ujar Nanik dalam workshop bertajuk Penguatan Strategi Komunikasi dan Implementasi Kehumasan, dikutip dari keterangan pers, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: KSP: Program MBG Jangkau 61 Juta Penerima, Didukung 24.443 SPPG

Gagasan MBG berawal dari pengalaman pribadi Prabowo saat melihat langsung kondisi masyarakat di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada 2012.

Saat itu, Prabowo menyaksikan warga yang mengais sisa makanan dari para buruh pabrik untuk dibawa pulang dan dimakan kembali bersama keluarga mereka.

"Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak," ucapnya.

Baca juga: Gerindra: MBG Masuk Anggaran Pendidikan karena Penerimanya Siswa

Lebih lanjut, Nanik menuturkan, MBG dirancang sebagai investasi sosial dan kemanusiaan. Karena itu pemerintah membuka peluang kemitraan bagi lembaga yang ingin terlibat dalam penyediaan layanan dapur MBG.

Namun, seiring berjalannya waktu, Nanik mengakui muncul sejumlah pihak yang memanfaatkan peluang tersebut dengan mendirikan yayasan semata-mata untuk mengelola dapur MBG.

Bahkan, ada pihak yang mengelola banyak dapur sekaligus dengan orientasi bisnis.

"Akhirnya target (MBG) sangat tinggi sekali, muncullah ternak-ternak yayasan. Banyak orang memiliki lebih dari satu dapur," ungkapnya.

Baca juga: Kepala BGN: Saya Malah Senang Orang Posting Menu MBG di Medsos

Oleh karena itu, Nanik menegaskan bahwa BGN akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh mitra penyelenggara program ini.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kontrak kerja sama dengan mitra pada dasarnya hanya berlaku satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi.

"Mereka lupa, mereka hanya kontrak satu tahun yang bisa diperpanjang. Artinya, sewaktu-waktu kita bisa sudahi kerja sama dengan mereka. Kita akan luruskan lagi ke khitahnya bahwa MBG bukan bisnis, tapi MBG adalah program kemanusiaan, investasi sosial," ucap Nanik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Perkuat Standarisasi Halal di Blok D-8
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Start Menjanjikan Zulkifli Syukur: Mainkan Rasyid Bakri, PSM Imbangi Malut 3-3
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Arema FC Dihantam Bali United di Kandang Sendiri, Marcos Santos Ungkap Masalahnya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
100 Jam Serang Iran, Dompet AS Terkuras Habis Rp98 Triliun
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Drama Piala FA: Arsenal Lolos Berkat Gol Spektakuler Eberechi Eze di Kandang Mansfield Town
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.