jpnn.com, PALU - Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tengah resmi digelar di Palu, Jumat (6/3). Pelaksanaan Muswil tersebut dipastikan berjalan lancar dan dihadiri mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sulawesi Tengah.
Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan A Uskara menegaskan bahwa isu yang menyebut Muswil batal atau gagal tidaklah benar.
BACA JUGA: Mardiono Buka Muswil PPP Kalbar dan Optimistis Kembali ke Senayan 2029
“Alhamdulillah Muswil tetap digelar. Isu yang mengatakan Muswil batal atau gagal itu tidak benar. Walaupun sempat terjadi dinamika, pada 6 Maret 2026 Muswil tetap berjalan dan dihadiri mayoritas ketua DPC se-Sulawesi Tengah,” kata Fauzan.
Dia menjelaskan forum Muswil berlangsung dengan aman dan lancar hingga menghasilkan formatur yang akan bekerja menyusun kepengurusan baru DPW PPP Sulawesi Tengah.
BACA JUGA: Sorot Kebijakan Mardiono Pasca-Muktamar PPP, Putra Mbah Moen: Jauh dari Harapan Kiai
“Kami berharap formatur yang telah ditetapkan dapat segera menyelesaikan dan merampungkan tugasnya. Nantinya akan dibentuk kepengurusan baru yang kemudian akan diterbitkan SK-nya oleh DPP PPP,” ujarnya.
Sementara Ketua DPC PPP Kabupaten Banggai Sofansyah Yunan menegaskan bahwa dia bersama DPC lainnya sepakat melaksanakan Muswil DPW PPP Sulawesi Tengah atas dasar amanat konstitusi partai yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
BACA JUGA: Mardiono Tekankan Konsolidasi Menuju Pemilu 2029 di Muswil PPP Bengkulu
Menurutnya, setelah pelaksanaan Muktamar, setiap wilayah diwajibkan menggelar Muswil paling lambat tiga bulan.
“Pelaksanaan Muswil ini adalah perintah konstitusi yang tertuang dalam AD/ART. Setelah Muktamar, dalam waktu tiga bulan harus dilaksanakan Muswil. Karena itu kami bersepakat untuk melaksanakan Muswil di Provinsi Sulawesi Tengah, dalam hal ini di Palu. Ini adalah perintah konstitusi dan sifatnya sah,” ujar Sofansyah Yunan.
Senada, Ketua DPC PPP Kabupaten Toli-Toli, Muh Saleh menegaskan pelaksanaan Muswil sah secara organisasi dan dihadiri oleh mayoritas DPC PPP se Sulawesi Tengah.
Menurut dia, seusai muswil pihaknya akan segera melanjutkan tahapan konsolidasi melalui musyawarah tingkat cabang.
“Kegiatan hari ini merupakan pelaksanaan perintah konstitusi untuk melaksanakan Muswil, sehingga forum ini sah. Setelah Muswil tingkat wilayah rampung, kami akan melanjutkan konsolidasi musyawarah tingkat cabang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu dan Pileg 2029,” jelas Muh Saleh.
Dengan terlaksananya Muswil tersebut, diharapkan konsolidasi internal PPP di Sulawesi Tengah semakin kuat dalam menghadapi berbagai agenda organisasi ke depan.
Hal ini menjadi penting mengingat waktu yang dimiliki partai untuk melakukan penataan struktur, penguatan kader, konsolidasi, hingga persiapan verifikasi Pemilu, dan lainnya terbatas menjelang Pemilu 2029.
Adapun Muswil tersebut dihadiri oleh mayoritas DPC PPP se-Sulawesi Tengah. Beberapa DPC memang tidak dapat hadir karena ketuanya telah meninggal dunia, sementara ada pula DPC yang masa berlaku surat keputusannya telah berakhir, seperti DPC PPP Kota Palu.
Meski demikian, kehadiran mayoritas memastikan pelaksanaan muswil tetap memenuhi unsur representasi dan berjalan sesuai ketentuan organisasi. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Perti Nyatakan Dukungan Penuh untuk PPP di Bawah Kepemimpinan Mardiono
Redaktur : Elfany Kurniawan




