Imbang Rasa Menang Atas Malut United, Asisten Pelatih PSM Amiruddin: Kami Tak Ingin ke Liga 2

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TERNATE — Hasil imbang 3-3 melawan Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3), terasa seperti kemenangan kecil bagi PSM Makassar. Bukan hanya karena Pasukan Ramang mampu bangkit setelah tertinggal dua gol, tetapi juga karena pertandingan itu memperlihatkan kembali sesuatu yang sempat hilang: semangat bertarung.

PSM sempat berada di ambang kekalahan. Setelah unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri pemain lawan, mereka justru tertinggal hingga 1-3 pada babak kedua. Namun tim asal Makassar itu tidak menyerah. Dua gol balasan membuat laga berakhir imbang 3-3.

Bagi asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, hasil tersebut menjadi bukti bahwa timnya belum kehilangan karakter.

“Saya tidak bisa berkata-kata lagi kepada pemain. Terima kasih atas kerja kerasnya. Inilah spirit anak Makassar,” ujar Amiruddin usai pertandingan.

Ucapan itu bukan sekadar ekspresi emosional setelah pertandingan dramatis. Dalam beberapa pekan terakhir, PSM memang berada dalam tekanan besar akibat rentetan hasil buruk yang membuat posisi mereka di klasemen menjadi tidak nyaman.

Karena itu, satu poin di Ternate terasa jauh lebih berarti daripada sekadar angka di papan klasemen.

Amiruddin menilai kebangkitan timnya dalam pertandingan tersebut lahir dari soliditas yang mulai kembali terbangun. Ia menyebut hubungan antara pemain, pelatih, dan manajemen menjadi fondasi penting bagi PSM untuk bertahan di tengah situasi sulit.

Menurutnya, dukungan suporter juga tetap menjadi kekuatan yang tidak terlihat di lapangan.

“Mungkin suporter pesimis. Tapi di balik pesimis itu saya yakin mereka selalu memberi doa terbaik untuk PSM,” kata Amiruddin.

Di balik drama enam gol di Stadion Gelora Kie Raha, terdapat satu motivasi yang menjadi bahan bakar utama para pemain: keinginan untuk menjauh dari ancaman degradasi.

Amiruddin tidak menutupi kenyataan itu.

“Kami tak mau ke Liga 2,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan tekanan yang saat ini dirasakan oleh skuad Juku Eja. Bagi klub sebesar PSM, yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia, degradasi tentu menjadi sesuatu yang ingin dihindari dengan segala cara.

Tekanan itu sebenarnya sudah terasa sejak sebelum pertandingan melawan Malut United.

Dalam konferensi pers jelang laga, Amiruddin mengakui bahwa timnya sedang berada dalam fase yang tidak mudah. Hasil buruk membuat kepercayaan diri pemain sempat menurun.

Namun di balik situasi tersebut, ia melihat tanda-tanda bahwa tim masih memiliki potensi untuk bangkit.

Beberapa pemain penting yang sebelumnya absen akhirnya kembali memperkuat tim. Kehadiran nama-nama seperti Victor Luiz, Savio Roberto, dan penjaga gawang Hilman Syah memberi tambahan energi bagi skuad PSM.

Meski begitu, tidak semua pemain sudah pulih sepenuhnya. Beberapa nama seperti Gledson Martins, Salman Alfarid, dan Ananda Raehan Lasinari masih menjalani proses pemulihan.

Situasi tersebut membuat PSM harus beradaptasi dengan kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal.

Namun bagi Amiruddin, persoalan terbesar tim bukan semata soal komposisi pemain. Ia justru menyoroti kontras antara performa tim saat latihan dan saat pertandingan.

Dalam sesi latihan, PSM terlihat meyakinkan. Intensitas permainan tinggi dan skema permainan berjalan baik. Tetapi ketika memasuki pertandingan resmi, performa tersebut sering kali tidak muncul secara maksimal.

Fenomena itulah yang masih terus dianalisis oleh tim pelatih.

Meski begitu, Amiruddin tetap berusaha menjaga optimisme. Ia percaya kerja keras para pemain di setiap sesi latihan merupakan tanda bahwa tim belum kehilangan semangat.

Di tengah musim yang belum stabil, hasil imbang dramatis di Ternate mungkin belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan PSM.

Namun setidaknya pertandingan itu menunjukkan satu hal penting: Pasukan Ramang masih memiliki keberanian untuk bangkit.

Dan bagi Ahmad Amiruddin, keberanian itulah yang akan menentukan apakah PSM mampu melewati masa sulit ini—atau justru terperosok lebih dalam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JK Minta Indonesia Bersikap Tegas atas Perang di Iran: Logikanya Berpihak pada yang Diserang
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Laporan Komisi Reformasi Polri hingga Ribuan Halaman, Segera Diserahkan ke Prabowo
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Leeds United Minta Suporter Hormati Jeda Buka Puasa pada Laga Piala FA Melawan Norwich City
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Berbagi Kasih di Bulan Ramadan, Sido Muncul Beri Santunan Rp200 Juta untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.