Mengapa Pertahanan Udara Iran Masih Kokoh Meski Digempur? Ini Kata Pakar Militer

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Kompleksitas di wilayah udara Iran semakin meningkat seiring dengan berlanjutnya konfrontasi teknis antara pertahanan Iran dan pesawat Amerika dan Israel.

Hal ini di tengah laporan tentang penembakan drone Israel dan pesawat pengintai Amerika tanpa Washington dan Tel Aviv mampu memaksakan kedaulatan udara penuh atas negara itu.

Baca Juga
  • 5 Peristiwa di 17 Ramadhan, Syahidnya Ali Bin Abi Thalib dan Banjir Darah di Halaman Al-Aqsa
  • Hizbullah: Zionis Israel Sengaja Sembunyikan Kerugian Besar Tank dan Personel Militer Mereka
  • Garda Revolusi Iran Siapkan Senjata Dahsyat yang Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Situasi ini menonjol sebagai paradoks militer, karena meskipun pesawat Amerika dan Israel memiliki keunggulan teknologi, pertahanan Iran tetap mampu mencegah pencapaian kendali mutlak di udara.

Dilansir Aljazeera, Sabtu (7/3/2026), dalam konteks ini, pakar militer Kolonel Nidal Abu Zeid menjelaskan pertahanan Iran mengandalkan sistem seperti "Khardad" dan "Bavar".

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ini merupakan desain lokal yang mirip dengan sistem "S-300" Rusia, dan pesawat tak berawak seperti "Haron" dan "Hermes 900" ditembak jatuh menggunakan sistem ini.

Namun, Abu Zeid menunjukkan dalam analisisnya tentang situasi militer di Iran bahwa keunggulan teknologi pesawat Amerika modern model "F-22" dan "F-35" menciptakan celah besar dalam sistem pertahanan udara Iran, yang membuat radar menjadi sasaran pesawat dan membuat pertahanan darat hampir buta terhadap serangan udara.

Pimpinan militer AS tidak mengumumkan pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh pertahanan Iran, tetapi pada Senin lalu mengakui tiga pesawat AS jatuh di atas Kuwait akibat tembakan dari pihak sendiri.

Dia mengungkapkan, pertahanan udara Kuwait secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat tempur tersebut selama operasi tempur yang aktif.

Pesawat tak berawak

Terlepas dari pesawat tempur, penembakan pesawat tak berawak merupakan hambatan dalam mencapai apa yang dikenal sebagai kedaulatan udara, karena setiap upaya dari pihak Amerika atau Israel untuk memaksakannya akan dibalas dengan penembakan pesawat jenis ini, kata pakar militer tersebut.

Dalam konteks ini, kantor berita Iran Tasnim melaporkan pada Jumat bahwa dua pesawat tak berawak Israel jenis Heron telah dihancurkan di Isfahan, di bagian tengah negara itu.

Pakar militer Nidal Abu Zeid mengatakan keunggulan udara dan pencapaian kontrol udara adalah mungkin, tetapi kedaulatan udara penuh— yaitu mencegah aktivitas udara apa pun oleh pertahanan darat—belum tercapai hingga saat ini.

 
 
 
在 Instagram 查看這則帖子
 
 
 

Republika Online(@republikaonline)分享的帖子

Abu Zeid menyimpulkan, udara saja tidak dapat menentukan hasil pertempuran, menjelaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan dapat mencapai kemenangan militer di Iran tanpa intervensi pasukan darat di lapangan.

Hal ini mengingatkan kita akan batas-batas keunggulan teknologi dalam konteks pertahanan anti-udara.

Dalam konteks ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan mengirim pasukan darat ke Iran akan menjadi buang-buang waktu dan menggambarkan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mengatakan operasi darat apa pun akan menjadi bencana bagi Amerika sebagai tidak berguna.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banyak Cara Ungkap Kasus Pembunuhan Ermanto, Jadi Repot Kalau Polisinya Malas
• 6 menit lalujpnn.com
thumb
Jadwal Imsak Palembang Hari Ini 7 Maret 2026, Lengkap dengan Niat Puasa
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Bau Menyengat di Radio Dalam Jaksel, Ternyata Kakek Ditemukan Meninggal di Kos
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Pengemudi Mobil Zig-zag di Tol Becakayu Buat Konten
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.