Banyak Cara Ungkap Kasus Pembunuhan Ermanto, Jadi Repot Kalau Polisinya Malas

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo meminta penyidik kepolisian tidak mengandalkan kamera pengintai atau CCTV untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Ermanto Usman di Bekasi.

Menurut dia, kepolisian sebelum ada CCTV tetap bisa menangkap dan membongkar berbagai kasus pembunuhan.

BACA JUGA: Pembunuhan Pasutri di Cisarua Terungkap, Pelaku Terancam Hukuman Mati

"Saya hanya mau menyampaikan, ini analogi saja bahwa dahulu-dahulu polisi sebelum ada CCTV, belum kita mengenal CCTV, tetapi kasus pembunuhan bisa dibongkar, diungkap," kata Lallo saat dihubungi, Sabtu (7/3).

Diketahui, Ermanto yang berstatus pensiunan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT) ditemukan tewas di kediamannya, Jatibening, Kota Bekasi, Senin (2/3).

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Sumedang, Ternyata Saling Kenal

Sementara itu, Pasmilawati yang berstatus istri Ermanto ditemukan dalam keadaan kritis di kediamannya, Senin.

Ermanto ditemukan tewas setelah berbicara kritis dalam sebuah siniar terkait korupsi sektor pelabuhan.

BACA JUGA: Mbak Sri Jadi Korban Pembunuhan Berencana, Begini Motif Pelaku

Belakangan polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus kematian Ermanto karena minim CCTV dan saksi.

Lallo mengatakan penyidik kepolisian bisa memakai cara menelisik melalui ponsel dan rekam jejak korban untuk menangkap pelaku pembunuhan Ermanto.

"Kan, banyak cara penyidik menemukan, apakah dari HP korban dan jejak-jejak, yang namanya kejahatan itu disimpan, kecium," ujar eks Ketua DPRD Kota Makassar itu.

Dia mengatakan polisi bakal mampu mengungkap kasus pembunuhan Ermanto tanpa CCTV andai bekerja profesional. 

"Banyak caralah. Itu kalau polisinya profesional, kecuali polisinya tutup mata, polisinya malas, ya, susah," ujar Lallo.

Dia mengingatkan bahwa Polri bakal menerima citra buruk apabila tak bisa mengungkap kasus pembunuhan terhadap Ermanto.

"Ya, yang namanya kasus pembunuhan, di mana pun itu, itu harus dibongkar, ditemukan pelakunya, karena itu akan jadi presiden buruk, ya, kalau tidak ditemukan pelakunya," kata Lallo.

Dia menuturkan polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan Ermanto, bisa dimulai dengan menyidik dugaan korban menerima ancaman setelah bersuara kritis.

"Makanya, kan, polisi bisa mencari bukti, ya, dengan rekaman-rekaman, jejak percakapan di ponsel misalkan, apakah sebelumnya ada teror atau keadaan hubungannya dengan pernyataan-pernyataan beliau," ujar Lallo. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesan Khusus Prabowo untuk Rakyat Indonesia


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhub Perkirakan Kepadatan Arus Mudik Lebaran Terjadi pada 16 dan 18 Maret
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Aturan THR Karyawan Swasta: Jadwal, Besaran-Pajak dan Bisa Lapor Posko!
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramadan Jadi Momentum Media dan Pelaku Industri Energi Perkuat Komunikasi
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Viral Kasus Pencurian Labu Siam Berujung Maut di Cianjur, Dedi Mulyadi Sebut Dosa Besar
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Harga Bawang Merah Rp43.700 Per Kg Sabtu Ini, Cabai Rawit Merah Rp78.900 Per Kg
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.