Jakarta: Pemerintah Kabupaten Bekasi menjamin ketersediaan stok pangan dan barang kebutuhan pokok penting (bapokting) aman sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Hal ini dipastikan setelah Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Forkopimda di Pasar Tambun, Kecamatan Tambun Selatan.
“Setelah kita cek, ada beberapa barang yang naik karena kebutuhan masyarakat meningkat. Tapi sampai saat ini tidak ada barang yang langka, semuanya masih tersedia di pasar,” ujar Asep dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga :
Pembatasan Akses Medsos bagi Anak Belum Berusia 16 Tahun Dinilai PositifAsep mengungkapkan bahwa meski stok melimpah, kenaikan harga tidak terelakkan pada sejumlah komoditas seperti cabai, gula, telur, dan daging. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram. Menurutnya, fenomena ini murni disebabkan oleh hukum pasar akibat tingginya permintaan, bukan karena kelangkaan pasokan.
“Yang cukup signifikan itu cabai. Harganya sekitar Rp45 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Kalau yang lain kenaikannya relatif kecil, hanya sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” kata Asep.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar murah dalam waktu dekat. Di sisi lain, Dinas Perdagangan mencatat harga daging ayam mulai mengalami penurunan ke angka Rp40 ribu per kilogram, sementara daging sapi stabil di harga acuan Rp140 ribu per kilogram.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Foto: Dok. Istimewa.
Kepala Bidang Bapokting Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menambahkan bahwa lonjakan harga cabai dipicu oleh cuaca ekstrem di daerah produsen seperti Garut yang menyebabkan gagal panen. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah akan mencari alternatif pasokan dari wilayah lain dan memperkuat pengawasan distribusi.
“Pengawasan dilakukan setiap hari bersama Satgas Pangan, kepolisian, dan pihak terkait agar harga tetap terkendali dan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Asep.




