UNTUK mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) pada bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Toba kembali menggelar gerakan pasar murah (GPM) di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba. Sebelumnya juga telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan,.
Sekdakab Toba, Paber Napitupulu mengatakan kegiatan GPM dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi menjelang HBKN yaitu bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
"Menjelang hari besar keagamaan kita sering menghadapi kecenderungan kenaikan harga kebutuhan pokok akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat khususnya bagi saudara-saudara kita yang berpenghasilan menengah ke bawah," kata Paber, Jumat (6/3).
Baca juga : Kemendagri Minta Daerah Kendalikan Harga Jelang Ramadan
"Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Toba hadir melalui gerakan pasar murah ini sebagai langkah konkrit untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," tambahnya.
Dia berharap inflasi di Kabupaten Toba tetap terkendali dan daya beli tetap terjaga.
'Ini adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah kita .Melalui gerakan pasar murah ini kita berharap inflasi di Kabupaten Toba tetap terkendali daya beli masyarakat terjaga dan saudara-saudara kita dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan serta merayakan hari raya Idul Fitri dengan tenang dan penuh sukacita semoga segala upaya kita menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi Kabupaten Toba yang kita cintai ini," kata Paber
Dalam GPM tersebut, terdapat 5 komiditi diantaranya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan kemasan 5 kilogram seharga Rp 56.500, gula pasir dengan harga Rp 15.000/Kg, minyak goreng dengan harga Rp 13.000/Liter, telur dengan harga Rp 48.000/papan dan tepung dengan harga Rp 8.000/kilogram. (H-3)





