KOTA SERANG, KOMPAS.TV – Rusaknya jalan desa di berbagai titik di wilayah Banten masih menjadi persoalan yang dikeluhkan warga.
Infrastruktur jalan yang kurang memadai dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga, terutama di kawasan pertanian dan pedesaan.
Menyoroti persoalan tersebut, Pusat Pelatihan Jurnalistik TV Banten menggelar diskusi media yang membahas program unggulan Pemerintah Provinsi Banten, yakni pembangunan infrastruktur jalan desa melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera).
Baca Juga: Ramadan 2026, ASN Banten Masuk Lebih Pagi Pulang Pukul 14,00 WIB
Dalam diskusi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Arlan Marzan memaparkan, program Bang Andra merupakan langkah percepatan pembangunan jalan desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arlan menjelaskan, program tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 17 Tahun 2025, yang memungkinkan pemerintah provinsi membantu pembangunan jalan desa, meskipun kewenangannya berada pada pemerintah kabupaten dan kota.
Pada kuartal pertama tahun ini, Pemerintah Provinsi Banten telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp164 miliar untuk pembangunan jalan desa sepanjang 71 kilometer.
Menurut Arlan, masyarakat melalui kepala desa dapat mengajukan proposal perbaikan jalan rusak kepada Pemprov Banten.
Usulan tersebut kemudian diverifikasi langsung oleh tim teknis di lapangan sebelum ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.
Dalam penentuan prioritas, pemerintah mempertimbangkan sejumlah kriteria, di antaranya jalan yang mendukung kawasan pertanian, kawasan industri, serta jalan dengan kondisi rusak berat.
Penulis : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Jurnalistik TV di Banten
- Jurnalistik
- infrastruktur desa
- infrastruktur desa di banten
- diskusi media
- diskusi jurnalistik





