BRIN Temukan Mikroplastik hingga Kedalaman 2.450 Meter di Laut RI

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap adanya temuan mikroplastik di kedalaman sekitar 2.450 meter di jalur utama Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF). Partikel plastik tersebut berpotensi masuk ke rantai makanan laut hingga dikonsumsi manusia.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Marine Pollution Bulletin melalui artikel berjudul Vertical Distribution of Microplastic Along the Main Gate of Indonesian Throughflow Pathways (2024). Penelitian tersebut ditulis oleh Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Laut Dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Corry Yanti Manullang, bersama tim peneliti kolaborasi internasional dari Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan China.

Baca juga: Kata BRIN soal Lubang Raksasa di Aceh Bukan Sinkhole

Arus Lintas Indonesia (Arlindo) merupakan sistem arus laut penting yang menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia melalui perairan Indonesia. Arus ini mengalir melewati sejumlah selat utama, di antaranya, Selat Makassar, Selat Alas, dan Selat Lombok.

"Arlindo ini menghubungkan dua samudra besar, Pasifik dan Hindia. Selain membawa massa air, garam, dan nutrien, arus ini juga berpotensi membawa partikel kecil seperti mikroplastik," kata Corry, dalam keterangannya, dikutip, Sabtu (7/3/2026).

Dia mengatakan selama ini penelitian tentang Arlindo lebih banyak menyoroti aspek fisik laut, mulai dari suhu, salinitas, dan sirkulasi arus. Sedangkan, kata dia, kajian mengenai sebaran mikroplastik di kolom air, terutama hingga kedalaman laut masih jarang dikaji.

"Penelitian ini menjadi salah satu studi awal yang mengkaji distribusi vertikal mikroplastik hingga laut dalam di jalur Arlindo. Selama ini, sebagian besar penelitian mikroplastik di perairan Indonesia masih berfokus pada lapisan permukaan atau wilayah pesisir," ujarnya.

Penelitian ini dilakukan melalui ekspedisi oseanografi pada Januari hingga April 2021 dalam program kolaborasi internasional TRIUMPH. Pengambilan sampel dilakukan di 11 stasiun pengamatan yang tersebar dari Selat Makassar hingga Selat Lombok.

Baca juga: Risiko Ini Bikin Waswas Usai Sungai Cisadane Tercemar Pestisida

Tim peneliti mengambil 92 sampel kolom air pada berbagai kedalaman, mulai dari 5 meter hingga sekitar 2.450 meter. Pengambilan sampel menggunakan alat rosette sampler yang terhubung dengan sistem CTD (Conductivity, Temperature, Depth). Alat ini memungkinkan peneliti mengambil air secara spesifik pada kedalaman tertentu.

"Botol sampel diturunkan ke laut, kemudian ditutup pada kedalaman yang sudah ditentukan, misalnya 50 meter, 200 meter, hingga ribuan meter," kata Corry.

Dia menyebut dari total 872 liter air laut yang dianalisis, peneliti menemukan 924 partikel mikroplastik dengan rata-rata konsentrasi sekitar 1,062 partikel per liter. Corry mengatakan mikroplastik tersebut ditemukan di seluruh stasiun penelitian, termasuk pada kedalaman lebih dari dua kilometer di bawah permukaan laut.

Corry mengatakan hasil analisis menunjukkan lebih dari 90 persen mikroplastik yang ditemukan berbentuk serat (fiber). Jenis partikel ini umumnya berasal dari bahan tekstil sintetis.

"Baju yang kita pakai juga bisa menghasilkan mikroplastik. Saat dicuci, serat-serat kecil dari kain sintetis dapat terlepas dan akhirnya masuk ke sistem perairan," jelas Corry.

Selain serat, peneliti juga mengidentifikasi beberapa jenis polimer plastik menggunakan analisis spektroskopi Raman. Di antaranya polyester, polypropylene, dan polyurethane yang banyak digunakan dalam produk tekstil, kemasan, hingga bahan industri. Corry mengatakan temuan tersebut menunjukkan jika laut dalam berpotensi menjadi lokasi akumulasi mikroplastik.

"Di kedalaman tertentu, arus Arlindo cukup kuat sehingga partikel plastik bisa terbawa ke berbagai lapisan air," ujar Corry.


(amw/dhn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut Idulfitri 2026, Untag Surabaya Sediakan Mudik Gratis untuk Mahasiswa dan Masyarakat
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bandar Lampung dan Lampung Selatan Kebanjiran, Tiga Orang Hanyut
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Kurs Rupiah Kian Melemah, Dekati Level Rp17.000 Jelang Akhir Pekan
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Jelang Mudik Lebaran, DPD RI Ingatkan Ketersediaan BBM dan LPG
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Israel-AS Serang Iran, IHSG Sepekan Ambles 7,89 Persen
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.