HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Sulawesi Selatan pada Minggu, 8 Maret 2026. Memperingatkan masyarakat akan potensi hujan dan angin kencang di beberapa wilayah.
Informasi ini penting bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Prakiraan Cuaca Harian di Sulawesi SelatanBMKG memprediksi hujan ringan akan terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, pada pagi hari.
Sementara itu, beberapa daerah seperti Enrekang, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Wajo diperkirakan berawan.
Memasuki siang dan sore hari, seluruh wilayah Sulsel diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, termasuk Makassar.
Kondisi ini berlanjut hingga malam hari, di mana hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sulsel.
Beberapa daerah seperti Bantaeng, Barru, Bone, Enrekang, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Parepare, Sidrap, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo diperkirakan berawan pada malam hari.
Rincian Prakiraan Cuaca Minggu, 8 Maret 2026Pagi hari: Hujan ringan di wilayah Sulawesi Selatan, berawan di Enrekang, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Wajo.
Siang dan sore hari: Hujan ringan hingga sedang di seluruh wilayah Sulsel.
Malam hari: Hujan ringan di sebagian wilayah Sulsel, berawan di Bantaeng, Barru, Bone, Enrekang, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Parepare, Sidrap, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.
Dini hari: Hujan ringan diperkirakan terjadi di Makassar, Barru, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Prakiraan Suhu, Kelembapan, dan Peringatan DiniBMKG juga merilis prakiraan suhu dan kelembapan udara di Sulawesi Selatan. Suhu udara diprediksi berkisar antara 19 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 68 hingga 100 persen.
Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 9 hingga 50 km per jam.
BMKG memberikan peringatan dini terkait potensi suhu ekstrem yang dapat terjadi di wilayah Bone dan Wajo.
Selain itu, masyarakat di Bantaeng, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros diimbau untuk waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat mempengaruhi aktivitas dan keselamatan.
BMKG mengharapkan masyarakat selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan melakukan antisipasi yang diperlukan.
Lebih lanjut, BMKG menegaskan bahwa kesiapan menghadapi perubahan cuaca sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan aktivitas maupun kerusakan akibat cuaca ekstrem. (*)





