BNN Ungkap Lab Narkoba Milik WN Rusia di Gianyar, Pelaku Mengaku Ahli Biologi dan Mantan Intelijen

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Petugas Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menggiring salah satu tersangka kasus laboratorium narkoba berinisial N asal Rusia saat konferensi pers di Gianyar, Bali, Sabtu (7/3/2026). (Sumber: Rolandus Nampu/Antara)

GIANYAR, KOMPAS.TV - Badan Narkotika NasionaL (BNN) membekuk dua pelaku peredaran narkoba asal Rusia di Kabupaten Gianyar, Bali. Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyatakan pelaku membuat laboratorium narkoba di Gianyar untuk memproduksi obat-obatan jenis mephedrone.

Suyudi menyatakan pengungkapan kasus ini berkat operasi gabungan antara BNN, Imigrasi, Bea Cukai, serta Polda Bali. Dua warga Rusia pun ditangkap, yakni seorang perempuan berinisial NT dan laki-laki berinisial ST.

"Keberhasilan ini merupakan hasil joint operation antara BNN RI, Dirjen Bea Cukai dan Dirjen Imigran secara intensif sejak Januari 2026 hingga berhasil mengungkap clandestine lab yang beroperasi di wilayah Gianyar, Bali dan berhasil menangkap dua orang terduga pelaku warga negara Rusia," kata Suyudi dalam konferensi pers di Gianyar, Sabtu (7/3/2026).

NT dan ST diduga berperan memproduksi dan mendistribusikan mephedrone, narkoba jenis party drug yang disebut sangat berbahaya. Laboratorium terduga pelaku dilaporkan berada di The Lavana De’Bale Marcapada, Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Plt. Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan menyebut narkoba mephedrone yang disita dalam kasus ini berjumlah besar. 

“Kalau melihat jumlahnya, ini (penyitaan mephedrone) yang terbesar, yaitu 7,3 kilogram netto,” kata Roy Hardi Siahaan dikutip Antara.

Baca Juga: Hakim PN Denpasar Vonis WNA Palestina Hukuman Penjara 2 Tahun 6 Bulan atas Kepemilikan Narkoba

Roy menambahkan, NT dan ST diketahui berada di Indonesia sejak Januari 2026. Kedua terduga pelaku memproduksi narkoba secara mandiri dalam sebuah laboratorium.

Kegiatan keduanya mulai terendus petugas yang megungkap produksi narkoba tersebut pada Kamis (5/3) sekitar pukul 23.45 Wita. Kedua pelaku disebut memproduksi narkoba pada tengah malam hingga fajar, yakni sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 Wita.

Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku NT memiliki latar belakang pendidikan tinggi di bidang biologi. Sedangkan ST mengaku pernah bertugas di bagian intelijen militer Rusia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • lab narkoba bali
  • lab narkoba wn rusia
  • bnn
  • mephedrone
  • jaringan narkoba bali
  • sindikat narkoba rusia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berburu Makanan Khas Ramadan di Pasar Takjil Garuda Banda Aceh
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPR: Anak-Anak Korban Longsor Bandung Barat Wajib Dapat PIP!
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
NasDem dorong komunikasi politik lintas partai untuk warga Jakarta
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Nadiem Klaim Tak Ada Arahan untuk Pakai Chromebook Sepenuhnya
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Ngabuburit Sehat di Lapangan Banteng: Badminton Bareng Keluarga hingga Jogging
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.