Sore menjelang waktu berbuka puasa di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/3) terasa tak seramai biasanya. Meski begitu, masih ada sejumlah warga yang memanfaatkan waktu ngabuburit dengan berolahraga.
Di salah satu sisi lapangan, seorang warga asal Pluit Jakarta Utara, Anas (45) tampak bermain badminton bersama anaknya. Anas mengaku, mereka sengaja datang jauh-jauh ke Lapangan Banteng untuk berolahraga sambil menunggu waktu berbuka.
Menurutnya, aktivitas fisik menjelang magrib sudah menjadi rutinitas yang ia lakukan bersama keluarga, terutama pada akhir pekan.
“Rutin sih, sekalian ngabuburit aja, nunggu buka gitu. Kan olahraga yang bagus itu waktu mendekati mau berbuka itu, jadi kolesterol apa semua penyakit mudah-mudahan hilanglah gitu kalau kita olahraga,” kata Anas saat ditemui di lokasi.
Ia biasanya mulai berolahraga setelah salat Asar. Hari itu pun ia datang sekitar pukul empat sore.
Anas mengatakan, olahraga yang dilakukannya tidak selalu sama. Terkadang ia bermain badminton, terkadang juga berlari ringan di sekitar lapangan.
Baginya, berolahraga saat puasa tidak menjadi hambatan selama dilakukan dengan santai dan tidak memaksakan tenaga.
“Ya tipsnya ya kita jangan terlalu diforsir apa tenaga apa gitu. Pikiran harus rileks, santai,” ujarnya.
Ia memilih Lapangan Banteng karena suasananya dinilai nyaman untuk beraktivitas bersama keluarga.
“Ya enak aja sih apa suasananya gitu mendukung buat ngabuburit. Anak ibu senangnya di sini. Gak mau ke tempat lain dia mah,” tutur Anas.
Setelah berolahraga, ia biasanya langsung pulang ke rumah untuk berbuka bersama keluarga.
“Minimal paling banter kurang lebih abis lari-lari 10 menit apa ya kurang lebih setengah jam ajalah nggak usah lama-lama,” ujarnya.
Tak jauh dari lokasi Anas bermain badminton, seorang pengunjung lain, Annisa (24), juga memanfaatkan sore itu untuk berjalan santai mengelilingi lapangan. Warga asal Kebayoran Baru itu mengaku sengaja datang untuk berolahraga sambil menjalani program diet.
“Aku memang suka olahraga aja, lagi diet juga kebetulan,” kata Annisa.
Ia mengaku lebih memilih berjalan santai daripada berlari.
Menurut Annisa, berolahraga saat perut kosong justru membantu membakar lemak selama menjalani program diet.
“Karena kan body kita kan lagi kosong kan, lagi enggak ada makan. Jadi kalau kita olahraga, jadi yang dibakar itu tuh lemak,” jelasnya.
Ia biasanya menargetkan waktu satu jam untuk berjalan mengelilingi lapangan.
“Kalau aku selalu rutinin sejam jalan. Jadi biasanya aku lebih cepetin langkah aku biar bisa kehitung satu jam itu bisa lima sampai tujuh putaran gitu,” kata Annisa.
Ia juga merasakan suasana lapangan sore itu lebih nyaman karena tidak terlalu ramai setelah diguyur hujan.
“Hari ini aku bersyukur banget, mungkin karena tadi habis hujan kali ya? Jadi kondisi lapangannya pun nggak ramai banget, jadi lebih nyaman aja sih buat jalan hari ini,” tutur Annisa.





