JAKARTA, KOMPAS.TV — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan perkembangan terbaru aktivitas bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.
Saat ini terdapat dua sistem yang masih dipantau, yakni Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia dan Bibit Siklon Tropis 95W di Samudra Pasifik utara Papua, yang berpotensi memengaruhi kondisi gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia.
Sementara itu, dua sistem lainnya yang sebelumnya terpantau, yakni Bibit Siklon Tropis 90S dan Bibit Siklon Tropis 92P, telah dinyatakan tidak aktif.
Baca Juga: BMKG: Cuaca Sepekan ke Depan Masih Berpotensi Hujan Lebat, Dipicu Bibit Siklon dan Monsun Asia
BMKG menyebut Bibit Siklon Tropis 90S yang terbentuk pada 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta kini telah dinyatakan tidak aktif.
Hal serupa juga terjadi pada Bibit Siklon Tropis 92P yang terbentuk pada 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB di wilayah monitoring yang sama dan kini tidak lagi memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca maupun perairan di wilayah Indonesia.
Bibit Siklon 93S di Samudra HindiaBMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada 2 Maret 2026 pukul 13.00 WIB di wilayah monitoring TCWC Jakarta. Saat ini sistem tersebut berada di Samudra Hindia barat Australia.
Bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak perlahan ke arah barat dalam 24 jam ke depan.
Meski peluang berkembangnya rendah, sistem ini tetap memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang laut di beberapa perairan Indonesia.
Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian tengah hingga selatan, Laut Flores, serta Laut Sawu.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id
- BMKG
- bibit siklon tropis
- siklon 93S
- siklon 95W
- gelombang tinggi BMKG
- gelombang 4 meter




