REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Seorang direktur dari sebuah lembaga yang mendukung para prajurit Amerika Serikat (AS) yang menolak berpartisipasi dalam perang mengungkap bahwa, layanan hotline mereka belakangan terus berdering. Mike Prysner, direktur eksekutif dari Center on Conscience & War, seperti dilaporkan WANA, Sabtu (7/3/2026) mengunggah di X bahwa ia menerima banyak panggilan telepon dari prajurit yang menolak ditugaskan berperang melawan Iran.
Lembaga yang dipimpin Prysner belakangan membuka layanan panggilan untuk mengadvokasi para prajurit aktif yang meyakini bahwa perang AS-Israel terhadap Iran adalah kesalahan. Center on Conscience & War, juga akan memberikan petunjuk bagi para prajurit untuk menolak partisipasi perang.
Baca Juga
Laporan: Iran Hancurkan Sistem Radar Pertahanan AS Senilai 300 Juta Dolar
Laporan Media AS: Intelijen Rusia Jadi Alasan Rudal dan Drone Iran Begitu Akurat Menghantam Target
Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Umumkan Bakal Konversi 120 Juta Motor Jadi Motor Listrik
Menurut Prysner, jumlah tentara yang kemungkinan dikerahkan ke Timur Tengah lebih besar dari yang pernah diberitahukan oleh Pentagon kepada publik. Situasi itu memicu kekhawatiran di antara para prajurit aktif yang berujung pada terus berderingnya layanan hotline Center on Conscience & War.
"Dengan diumumkannya kematian pertama warga Amerika dari perang immoral, banyak prajurit mulai mempertanyakan peran mereka. Peran kami adalah mencari mereka, membela mereka, dan membantu membawa mereka pulang," kata Prysner.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)