Grid.ID - Kabar bahagia datang dari sopir angkot, tukang becak, hingga pengemudi andong di Jabar. Bagaimana tidak, mereka akan mendapatkan kompensasi Rp200 ribu per hari dari Dedi Mulyadi.
Adapun kompensasi itu akan diberikan pada sopir angkot, tukang becak, hingga pengemudi andong di jalur mudik lebaran 2026. Meski dilarang beroperasi selama Lebaran demi menghindari kemacetan, mereka akan mendapat kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dedi menyebut para sopir angkot itu akan mendapat kompensasi selama 7 hari. Dengan demikian, total dari kompensasi yang akan diberikan yakni sebesar Rp1,4 juta per orang.
Lantas kapan kompensasi Rp1,4 juta untuk angkot dan becak di Jabar akan cair? Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya memberi jawaban.
Melansir TribunJabar.id, Dedi Mulyadi ungkap pencairan kompensasi Rp1,4 juta untuk angkot dan becak di Jabar yang diliburkan selama Lebaran akan diberikan secara bertahap. Penyaluran itu akan dimulai pekan depan.
"Penyaluran kompensasi akan dilakukan secara bertahap mulai pekan depan," ujar Dedi Mulyadi, Kamis (5/3/2026).
Pria yang akrab disapa KD, ini juga menerangkan bahwa kebijakan ini bermaksud meringankan tugas Polri dalam mengatur arus lalu lintas saat Lebaran Idul Fitri 2026.
"Saya sudah lapor ke Pak Kapolda seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong dan berbagai hal lainnya akan diliburkan menjelang dan setelah idul fitri," katanya.
Dedi mengaku sudah belajar dari tahun lalu. Menurutnya, meliburkan angkot, becak dan andong bisa meminimalisir terjadinya kemacetan.
"Sehingga masyarakat yang akan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur bisa melewati Jabar dengan nyaman, jalannya juga mulus," katanya.
Selain itu, para supir angkot, becak dan andong yang diliburkan juga sudah tenang dengan jaminan uang saku yang ada.
"Sehingga pada saat mudik, (mereka) bisa tinggal di rumah bersama keluarganya dan mendapat uang pengganti selama seminggu tidak bekerja," katanya.
Adapun, titik-titik kemacetan saat musim mudik Lebaran di Jawa Barat meliputi wilayah Garut, Subang, Indramayu, Cirebon, Lembang, hingga kawasan Puncak. Skema serupa pernah diterapkan pada Lebaran 2025 di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, serta jalur wisata Kabupaten Garut.
Selain memberikan kompensasi Rp1,4 juta untuk angkot dan becak di Jabar, Dedi Mulyadi juga gercep memperbaiki jalan yang dilalui para pemudik.
Mantan Bupati Purwakarta itu menargetkan minimal 90 persen hingga 100 persen jalan berstatus milik Provinsi Jawa Barat berada dalam kondisi baik dan nyaman dilalui sebelum akhir tahun ini.
"Di tahun ini seluruh jalan provinsi sudah minimal 90 persen dalam keadaan baik."
"Dan kita inginnya 100 persen tahun ini dalam keadaan baik, bisa dilewati dan nyaman untuk semua orang," ujar Dedi melalui unggahan di media sosial yang telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, Jumat (27/2/2026).
"Untuk seluruh warga Jabar, mohon maaf apabila masih ada jalan provinsi yang bolong," tuturnya. (*)
Artikel Asli




