Kenapa Selat Hormuz Penting Banget? Kenalan Yuk Sama 8 Negara di Sekitarnya

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Di tengah panasnya konflik Timur Tengah antara Iran dengan Israel, dan Amerika Serikat, ada satu nama perairan yang terus jadi sorotan dunia, yakni Selat Hormuz. Bayangkan, lebih dari 20 persen pasokan minyak dan gas global harus lewat celah "sempit" ini setiap harinya. 
 
Meski Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, telah menegaskan selat ini tidak ditutup, ancaman keamanan di jalur ini sukses bikin ekonomi global ketar-ketir. Memangnya, sepenting apa sih perairan ini dan siapa saja yang paling pusing kalau jalurnya bermasalah? 
 
Yuk, bedah petanya dan kenalan dengan 8 negara di sekitarnya!

Ketegangan di Timur Tengah masih terus memanas seiring berlangsungnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di tengah situasi tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi meluruskan kabar yang beredar soal status Selat Hormuz.
 
Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup, melainkan hanya diberlakukan protokol keamanan khusus yang berlaku dalam situasi perang. "Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka, dan kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan," kata Dubes Boroujerdi dikutip dari laman Metrotvnews.com, Minggu, 8 Maret 2026.
 
Ia menjelaskan, kapal-kapal yang mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan dapat melintas tanpa hambatan. Dubes Boroujerdi juga menekankan, keamanan di Selat Hormuz harus berlaku bagi semua negara tanpa terkecuali, sekaligus menuding kehadiran Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai sumber ketegangan yang memicu kekhawatiran atas keamanan jalur pelayaran tersebut.
 
Situasi ini bermula dari operasi militer gabungan AS dan Israel yang menyerang Iran pada 28 Februari 2026, yang dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Para analis ekonomi pun memperingatkan potensi dampak besar yang bisa menghantam perekonomian global apabila jalur strategis ini benar-benar terganggu.
 
Sebelum membahas lebih jauh soal negara-negara mana saja yang mengelilingi selat paling strategis di dunia ini, yuk kenalan dulu dengan Selat Hormuz itu sendiri. Apa Itu Selat Hormuz? Melansir laman Britannica, Selat Hormuz adalah satu-satunya jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia di sebelah barat dengan Teluk Oman dan Laut Arab di sebelah tenggara. Lebih dari 20 persen ekspor minyak dan gas alam cair global melewati selat ini setiap harinya, menjadikannya urat nadi utama bagi pasokan energi dunia.
 
Secara fisik, lebar selat ini berkisar antara 55 hingga 95 kilometer. Jalur ini memisahkan Iran di sisi utara dengan eksklave Musandam milik Oman di sisi selatan Semenanjung Arab.
 
Di sisi utara terdapat Bandar Abbas, pelabuhan Iran yang memiliki kepentingan besar baik secara ekonomi maupun militer. Di sekitar pelabuhan itu pula terdapat sejumlah pulau milik Iran, yakni Qeshm, Hormuz, Hengam, dan Larak.
 
Sedangkan, Uni Emirat Arab juga berada di sekitar selat ini, berjarak sekitar 65 hingga 80 kilometer dari titik tersempitnya. Kapal-kapal tanker yang melintas menggunakan jalur masuk dan keluar masing-masing selebar 3 kilometer, dipisahkan oleh zona penyangga selebar 3 kilometer pula.
 
Jalur pelayaran ini sebagian besar berada di perairan teritorial Oman dan sebagian lagi di perairan Iran, namun keduanya tunduk pada hukum maritim internasional berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Iran mengendalikan bagian utara selat, sementara Oman menguasai bagian selatan.
 
Nah, setelah memahami gambaran umum Selat Hormuz, kini saatnya kita mengenal lebih dekat negara-negara mana saja yang berada di sekitar jalur strategis ini beserta seberapa besar ketergantungan mereka terhadap selat tersebut. Berikut daftarnya. Daftar Negara di Sekitar Selat Hormuz 1. Iran Iran adalah negara yang mengendalikan sisi utara Selat Hormuz sekaligus pihak yang mengancam menutup jalur ini. Negara ini memiliki kendali besar atas pergerakan kapal di bagian utara selat. Selain itu, Iran merupakan pemasok utama minyak mentah, khususnya ke China yang menyerap lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran. 2. Oman Oman menguasai sisi selatan Selat Hormuz melalui eksklave Musandam-nya. Sebagian besar jalur pelayaran internasional di selat ini melewati perairan teritorial Oman, menjadikannya pemain kunci dalam keamanan maritim kawasan. Oman juga menjadi salah satu pemasok LNG yang terdampak langsung jika selat tertutup. 3. Uni Emirat Arab (UEA) UEA berada sekitar 65 hingga 80 kilometer dari titik tersempit Selat Hormuz. Negara ini merupakan salah satu eksportir minyak utama yang memanfaatkan jalur ini. Meski demikian, UEA memiliki kemampuan mengalihkan sebagian besar ekspornya melalui Emirat Fujairah yang menghadap langsung ke Teluk Oman, sehingga relatif lebih fleksibel dibandingkan negara lain jika selat benar-benar tertutup. 4. Qatar Qatar adalah salah satu pemasok LNG terbesar di dunia dan sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk mengekspor komoditasnya. Sekitar 20 persen ekspor gas alam cair global yang berasal dari kawasan Teluk Persia turut melewati selat ini, dengan Qatar sebagai kontributor terbesarnya. Dampak penutupan selat terasa langsung ketika fasilitas industri Qatar di Ras Laffan dan Mesaieed dilaporkan terkena serangan drone Iran, yang memaksa Qatar menghentikan sementara produksinya. 5. Arab Saudi Arab Saudi adalah salah satu produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia yang sangat mengandalkan Selat Hormuz sebagai jalur ekspor utamanya. Di tengah situasi yang memanas, Arab Saudi bahkan dilaporkan meningkatkan volume pemuatan minyak mentahnya dalam beberapa pekan terakhir sebagai respons atas eskalasi ketegangan di kawasan tersebut. 6. Kuwait Kuwait termasuk dalam deretan negara produsen minyak utama Teluk Persia yang bergantung pada Selat Hormuz untuk mengalirkan ekspornya ke pasar global. Gangguan di jalur ini akan berdampak langsung pada kapasitas Kuwait dalam mendistribusikan minyak mentahnya ke negara-negara pembeli, terutama di kawasan Asia. 7. Irak Irak merupakan salah satu eksportir minyak terbesar di kawasan yang juga mengandalkan Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman komoditasnya. Penutupan selat ini akan memukul pemasukan negara secara signifikan, mengingat pendapatan Irak sangat bertumpu pada ekspor minyak mentah. 8. Bahrain Bahrain memiliki peran strategis yang sedikit berbeda dibandingkan negara-negara Teluk lainnya. Selain sebagai negara produsen minyak yang memanfaatkan Selat Hormuz, Bahrain juga menjadi pangkalan Angkatan Laut Kelima Amerika Serikat sejak 1995, yang berperan penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran di selat ini.
 
Itulah rangkuman mengenai delapan negara di sekitar Selat Hormuz yang perlu dipahami. Semoga bermanfaat ya!
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Tegas Larang ASN Jakarta Mudik Pakai Mobil Dinas
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nantes vs Angers: Angers Menang 1-0 Atas Nantes, Amine Sbaï Jadi Pahlawan Kemenangan
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perang Memanas! Iran Luncurkan Rudal Generasi Baru di Gelombang Serangan ke-26 ke Israel
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Banjir Jakarta Hari Ini: Lokasi Terendam Makin Banyak, nih Daftarnya
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Perang Iran Guncang Dubai, Orang Kaya Ramai-Ramai Angkat Kaki
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.