Waka BGN: Pak Prabowo Anggap MBG Bukan Ladang Bisnis

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal bukan dirancang sebagai program bisnis, melainkan lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi masyarakat, khususnya golongan miskin.

Menurut Nanik, gagasan tersebut berawal dari pengalaman pribadi Prabowo pada 2012, saat melihat langsung kondisi masyarakat di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Saat itu, Prabowo menyaksikan warga yang mengais sisa makanan dari para buruh pabrik untuk dibawa pulang dan dimakan kembali bersama keluarga mereka.

Baca Juga :
PGN Catat Efisiensi Keuangan hingga 17 % pada 2025, EBITDA Tembus US$971 Juta
Prabowo Targetkan Swasembada Protein Tahun Ini

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Photo :
  • Antara

"Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak. Jadi Pak Prabowo itu menganggap Program MBG itu bukan orientasi bisnis," ujar Nanik dikutip dari keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026.

Lebih lanjut Nanik mengungkapkan, Program MBG memang dirancang sebagai investasi sosial dan kemanusiaan. Pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah membuka peluang kemitraan bagi lembaga yang ingin terlibat dalam penyediaan layanan dapur MBG, dengan prioritas kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Menurut Nanik, kebijakan tersebut bertujuan agar lembaga-lembaga sosial yang selama ini telah membantu masyarakat juga mendapatkan dukungan untuk memperbaiki fasilitas mereka. 

"Di awal, mau tidak mau, mitra itu dalam bentuk CV atau PT. Tetapi, harus dalam bentuk yayasan. Yayasan pun itu ada syaratnya harus yayasan pendidikan, sosial, keagamaan. Mengapa? Karena waktu itu Pak Prabowo berpikir bahwa yayasan-yayasan ini sudah kerja membantu negara, tapi enggak punya uang sehingga diharapkan kalau ada insentif itu bisa digunakan untuk membenahi pondoknya, membenahi sekolahnya, karena makannya kan sudah dapat dari negara," kata dia.

Namun dalam perkembangannya, Nanik mengakui muncul sejumlah pihak yang memanfaatkan peluang tersebut dengan mendirikan yayasan semata-mata untuk mengelola dapur MBG. Bahkan, ada pihak yang mengelola banyak dapur sekaligus dengan orientasi bisnis.

"Tetapi, hal di luar dugaan terjadi. Sampai bulan Juni, Juli, itu masih on track lah. Kebanyakan adalah yayasan-yayasan yang benar-benar pure yayasan. Tapi begitu Pak Presiden juga karena enggak enak selalu di jalan, "Pak, kapan MBG? Kapan MBG?" Akhirnya target sangat tinggi sekali, muncullah ternak-ternak yayasan. Banyak orang memiliki lebih dari satu dapur," ungkapnya.

Baca Juga :
MBG Dinilai Bukan Hanya Perbaikan Gizi, tapi Menjaga Ketahanan Bangsa
BGN Bilang Insentif Rp6 Juta Per Hari Diberikan Sama Rata ke SPPG buat Kualitas MBG
BGN Wajibkan SPPG Punya TikTok hingga Instagram, Supaya MBG Bisa Diawasi Masyarakat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vidi Meninggal Dunia, Ungkapan Duka Yura hingga Deddy Corbuzier
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Vidi Aldiano Tutup Usia, Yura Yunita Langsung Pulang dari Tanah Suci
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Realisasi Swasembada Pangan, Polri dan Pemuda Katolik Tanam Jagung 80 Hektar di Cianjur
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Trump Larang Pasukan Kurdi Ikut Campur di Perang Iran: Mereka Hanya Akan Memperumit Segalanya
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
DPP KNPI Gelar Peringatan Nuzul Qur,an
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.